PEKALONGAN - Di tengah tantangan tingginya angka pengangguran terdidik di Indonesia, sebuah kabar membanggakan datang dari kampus negeri terbesar di Pekalongan.
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan mencatat prestasi luar biasa: seluruh lulusannya dipastikan terserap dan tidak ada yang menganggur.
Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Dekan Ftik UIN Gus Dur, Prof. Dr. Muhlisin, M.Ag. Di saat data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jutaan sarjana menganggur di tingkat nasional, FTIK UIN Gus Dur justru membuktikan bahwa lulusannya memiliki fleksibilitas tinggi di tengah masyarakat.
Peran Ganda: Formal, Informal, hingga Digital Creator
Menurut Prof. Muhlisin, kunci utama tidak adanya lulusan yang menganggur terletak pada kombinasi keahlian formal dan pengabdian informal yang melekat pada diri setiap sarjana UIN.
Sektor Formal: Alumni siap mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), guru di sekolah atau madrasah negeri maupun swasta, hingga membuka layanan bimbingan belajar dan private.
Sektor Informal & Sosial: Di tengah masyarakat, lulusan FTIK memiliki peran kultural yang kuat. Mereka aktif sebagai takmir masjid, imam sholat, khatib Jumat, hingga penggerak kegiatan keagamaan seperti tahlilan dan doa bersama.
Peluang Digital & Kreatif: Di era modern, lulusan FTIK tidak sebatas mengajar di dalam kelas. Banyak alumni yang sukses berkarier sebagai educational content writer, English content creator, hingga YouTuber dengan spesialisasi konten pendidikan.
Kewirausahaan & Politik: Selain dibekali mental wirausaha agar mandiri secara bisnis, tidak sedikit pula alumni FTIK yang sukses berkiprah di dunia politik, baik sebagai anggota DPRD, penyelenggara Pemilu (KPU), hingga Bawaslu.
"Sarjana UIN dan lebih spesifik lagi alumni FTIK bisa memberikan manfaat di mana pun dan kapan pun. Tidak ada istilah nganggur bagi sarjana dan alumni kami," tegas Prof. Muhlisin.
Profil 8 Program Studi (Prodi) Unggulan FTIK UIN Gus Dur
Keberhasilan ini didukung oleh kurikulum matang dari 8 program studi yang berfokus pada penciptaan tenaga pendidik profesional dan adaptif:
Pendidikan Agama Islam (PAI): Mencetak tenaga pendidik agama Islam yang kompeten.
Pendidikan Bahasa Arab (PBA): Menghasilkan guru Bahasa Arab profesional.
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI): Mempersiapkan pendidik tangguh untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah/SD.