Sementara itu, Cinta mengaku pola pikirnya dalam menyelesaikan soal mengalami pergeseran positif:
"Dulu saya harus menuliskan seluruh tahapan panjang sebelum menghitung. Lewat latihan ini, saya terbiasa mengalkulasi di dalam kepala. Ternyata jauh lebih cepat dan saya bisa menemukan pola cara hitung yang lebih mudah," katanya.
Refleksi dan Proyeksi ke Depan
Keberhasilan MENCONGAK HEBAT membuktikan bahwa inovasi pendidikan tidak selalu menuntut instrumen canggih yang mahal.
Adaptasi kebiasaan lama yang dikombinasikan dengan pendekatan psikologis yang tepat mampu mendongkrak keterampilan dasar matematika anak.
Di tengah gempuran otomatisasi digital, anak-anak tetap memerlukan ruang untuk merawat ketajaman kognitif otaknya.
Ketika mencongak dieksekusi secara rutin, gembira, dan bebas dari ancaman hukuman, ia bertransformasi menjadi pilar tangguh untuk menguatkan numerasi dan kepercayaan diri anak demi menyongsong masa depan gemilang. (*)