PEKALONGAN,RADARPEKALONGAN.CO.ID – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pekalongan (FKIP Unikal) menggelar pembekalan kombo bagi mahasiswa Praktik Pengenalan Persekolahan (PLP) dan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG). Agenda ini dirancang khusus untuk mematangkan kesiapan para calon pendidik dalam menghadapi transformasi kurikulum nasional serta penetrasi teknologi di lingkungan sekolah.
Mahasiswa dari tiga Program Studi—Pendidikan Bahasa Inggris (BBI), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (BPSI), serta Pendidikan Matematika (PMTK)—akan diterjunkan langsung ke berbagai sekolah mitra. Selama masa praktik, mereka bertugas mendalami kultur sekolah sekaligus mengasistensi guru pamong dalam mengaplikasikan ilmu pedagogi, metodologi, dan media pembelajaran modern.
Dekan FKIP Unikal, Susanto, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa acara ini mengusung fokus ganda. Selain memberikan pembekalan taktis bagi peserta PLP, kegiatan ini menjadi wadah kuliah pakar bagi mahasiswa PPG yang tengah menyelenggarakan praktik lapangan di Kota Pekalongan. Tema utama yang diangkat berpusat pada arah kebijakan baru pendidikan kontemporer.
"Harapan kami mahasiswa tahu tentang kebijakan terbaru itu. Tema ini mengungkapkan tentang Kurikulum Merdeka dengan metode barunya yaitu pembelajaran mendalam (deep learning), strateginya, serta kebijakan inklusi materi coding maupun artificial intelligence (AI) ke sekolah," ujar Susanto.
Untuk menyelaraskan teori makro dengan realita empiris di lapangan, FKIP Unikal menghadirkan kombinasi narasumber lintas sektor. Materi kebijakan terkini dipaparkan oleh Siti Nurul Izzah M.Pd. dari Dinas Pendidikan setempat selaku representasi birokrasi. Sementara itu, potret praktik baik (good practice) dan implementasi riil pembelajaran bermakna dibagikan oleh Ratno Kumar Jaya, guru SMA 1 Kajen sekaligus alumni berprestasi Prodi BPSI FKIP Unikal yang inovasinya sempat viral di tingkat nasional.
Melalui sinergi antara birokrasi dan praktisi ini, FKIP Unikal menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan guru yang tidak hanya adaptif menguasai ruang kelas, tetapi juga responsif terhadap kemajuan teknologi digital. (mal)