Siapkan Master Plan, Pemkab Batang Targetkan Kota Baru Gringsing Rampung 2029

Senin 07-09-2026,12:47 WIB
Reporter : Dony Widyo
Editor : Dony Widyo

BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang tengah mematangkan rencana transformasi Kecamatan Gringsing menjadi kawasan perkotaan baru.

Langkah ini merupakan strategi untuk menyediakan kawasan penyangga yang dapat menopang percepatan pertumbuhan industri di wilayah tersebut, khususnya sejak beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.

Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, menyampaikan bahwa konsep Kota Baru Gringsing tidak hanya terbatas pada pembangunan permukiman.

Pemerintah daerah merancang kawasan ini sebagai kota mandiri yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik, mulai dari ruang terbuka hijau (RTH), pasar, terminal, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

BACA JUGA:Bupati Batang: Industrialisasi Ubah Struktur Sosial, FKUB Diminta Jaga Kerukunan

BACA JUGA:7.586 KPM di Batang Terindikasi Judol, Bansos Terancam Dicoret

"Intinya adalah kita mentargetkan ke depan Gringsing ini menjadi kota baru," ujar Faiz kepada awak media di Batang, Senin (7/9/2026).

Rencana ini telah memasuki tahap lanjutan. Pemkab Batang mengaku telah menyusun konsep dan master plan, serta menyampaikannya kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan.

Menurut Faiz, respon dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terhadap usulan ini dinilai positif.

"Kita diminta untuk segera menyiapkan DED-nya, kemudian RPIK-nya, sampai master plan-nya," ungkap Bupati Faiz menambahkan.

Dokumen perencanaan teknis tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk menentukan program pembangunan mana yang akan didukung.

Pengembangan Gringsing memiliki landasan kebijakan yang kuat. Faiz menjelaskan bahwa proyek ini merupakan tindak lanjut dari arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yang menempatkan Batang sebagai salah satu dari 50 kota prioritas nasional dengan kategori kota industri.

Selain itu, lokasi Gringsing yang masuk dalam wilayah KEK Industropolis Batang—yang merupakan transformasi dari Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang—menambah nilai strategis kawasan ini sebagai penyangga aktivitas industri.

Pemkab Batang menargetkan pembangunan kawasan perkotaan baru ini dapat diselesaikan pada tahun 2029, selaras dengan periode RPJMN.

Saat ini, pemerintah daerah juga tengah mengusulkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk penataan awal kawasan di tahun mendatang, yang akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan.

Kategori :