Pekalongan Textile UMKM Fest Perkuat Rantai Pasok Industri Tekstil

Kamis 24-09-2026,09:08 WIB
Reporter : Dwi Fusti Hana Pertiwi
Editor : Dony Widyo

Radarpekalongan.co.id – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah menggelar Pekalongan Textile UMKM Fest 2026 di Djunaid Convention Center Pekalongan, 22–23 September 2026. Kegiatan bertema Connecting Local Textile to National Market tersebut mempertemukan pelaku UMKM, industri tekstil, buyer, dan masyarakat dalam satu ruang.

Kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar secara mandiri oleh API di Pekalongan itu menghadirkan sekitar 30 tenant dari kuota 40 tenant yang disediakan. Peserta tidak hanya berasal dari Pekalongan, tetapi juga dari sejumlah daerah seperti Bandung dan Solo.

Pengurus API Jawa Tengah Harrison Silaen mengatakan, kegiatan tersebut menjadi upaya untuk memperkuat keterhubungan antara pelaku UMKM dengan industri tekstil, terutama dalam menjaga keberlangsungan rantai pasok.

BACA JUGA:Dinkes Batang Pastikan Kondisi Pasien Dugaan Keracunan Program MBG Membaik, Isu Meninggal Dunia Hoaks

BACA JUGA:Korban Dugaan Keracunan MBG di Bawang Batang Melonjak Jadi 276 Orang, Layanan SPPG Dihentikan Sementara

BACA JUGA:Ini Menu Makan MBG yang Diduga Sebabkan Keracunan Massal Ratusan Siswa di Bawang Batang

“Ini pertama kali kami mengadakan kegiatan mandiri dari organisasi API di Pekalongan. Kami ingin mengangkat industri tekstil yang saat ini menghadapi berbagai tantangan dengan menggandeng UMKM,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan rantai pasok diperlukan agar kebutuhan material maupun produk tekstil dapat semakin banyak dipenuhi dari dalam negeri. Hal itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing industri tekstil nasional di tengah masuknya produk impor.

Ia menjelaskan, selama ini sebagian proses industri tekstil masih bergantung pada material dari luar negeri. Karena itu, industri perlu didorong agar memiliki rantai produksi yang lebih lengkap, mulai dari bahan hingga produk akhir.

“Jadi dari hulu sampai akhir itu tersedia di dalam negeri. Dengan begitu daya saing kita bisa lebih kuat,” katanya.

Pemilihan Pekalongan sebagai lokasi penyelenggaraan perdana juga tidak terlepas dari sejarah panjang kota tersebut dalam industri tekstil dan batik. Selain memiliki basis pelaku usaha tekstil, Pekalongan dinilai memiliki potensi pasar dan ekosistem usaha yang relevan dengan kegiatan tersebut.

BACA JUGA:Program MBG di Batang Kembali Memakan Korban, Ratusan Siswa SD dan Anak TK di Bawang Diduga Keracunan

BACA JUGA:Plt Bupati Pekalongan Sukirman Ajak PEPABRI Terus Berkontribusi dalam Pembangunan dan Pengabdian

BACA JUGA:Ratusan Nelayan di Batang Kini Terindungi BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Rentan, Hasil Kolaborasi Pemkab dan BPI

Dalam festival tersebut, pengunjung dapat melihat pameran tekstil dan permesinan, business matching, talkshow dan sharing, fashion display, product showcase, hingga tenant makanan dan minuman.

Kategori :