Harrison mengatakan, antusiasme pengunjung pada hari pertama berada di luar perkiraan. Pengunjung tercatat tidak hanya berasal dari Pekalongan, tetapi juga dari sejumlah daerah seperti Jakarta dan Bandung.
“Target awal kami sekitar 600 pengunjung. Kami menggunakan barcode untuk memantau jumlah dan asal pengunjung,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pertumbuhan industri tekstil, khususnya di Pekalongan, sekaligus memperluas peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja. API juga akan melakukan evaluasi setelah kegiatan melalui survei untuk melihat masukan dan harapan peserta maupun pengunjung sebagai bahan pertimbangan untuk penyelenggaraan berikutnya.
Sementara itu, salah satu tenant, Ali Zainal Abidin dari Samuhita, menilai kegiatan semacam ini penting untuk memperkenalkan beragam jenis dan karakter kain kepada masyarakat.
BACA JUGA:14 Perpustakaan Kota Pekalongan Disiapkan Akreditasi 2027, Dinarpus Genjot Pendampingan
BACA JUGA:Dekatkan Layanan ke ABK, Dinsos Kabupaten Pekalongan Gelar Mobile Therapy di Siwalan
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui perbedaan jenis kain, benang, maupun serat yang digunakan. Pameran menjadi ruang untuk memberikan pemahaman sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon pelanggan.
“Tekstil itu berbagai macam kain, karakter dan jenisnya. Acara seperti ini bagus untuk memperkenalkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ali juga melihat peluang tekstil tetap terbuka seiring kebutuhan masyarakat terhadap pakaian dan produk fesyen. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkala agar pelaku usaha memiliki ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus menjaga hubungan dengan pasar.
Ia menyebut pengunjung pada hari pertama juga datang dari luar Pekalongan, di antaranya Semarang, Bandung, dan Surabaya. Kondisi tersebut menurutnya menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat untuk mengenal lebih jauh mengenai produk dan perkembangan tekstil.(ap3)