Lomba Batik Museum Pekalongan Libatkan Peserta Lintas Generasi

Rabu 07-10-2026,07:36 WIB
Reporter : Dwi Fusti Hana Pertiwi
Editor : Dony Widyo

Radarpekalongan.co.id – Museum Batik Pekalongan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengasah keterampilan sekaligus memperluas pengalaman membatik melalui lomba membatik kategori umum. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional tersebut digelar selama dua hari untuk kategori umum yakni 5-6 Oktober 2026, di halaman Museum Batik Pekalongan.

Lomba dengan tema "Ragam Hias Batik Pesisiran" itu diikuti peserta dari berbagai kalangan dan daerah. Tidak hanya pembatik dari Pekalongan, sejumlah peserta datang dari luar kota, termasuk Jepara. Pesertanya juga berasal dari lintas usia, mulai dari generasi muda hingga pembatik berusia lanjut.

Salah satunya Rozak, 30, peserta asal Jepara. Meski belum secara khusus menekuni dunia batik, ia pernah mendapat pembelajaran membatik di sekolah. Keikutsertaannya dalam lomba di Pekalongan menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus mencari pengalaman baru.

BACA JUGA:SMKN 1 Adiwerna Tegal Jadi Kampiun Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Semarang

BACA JUGA:Ikuti Rakor Kearsipan, Plt Bupati Pekalongan Sukirman Tekankan Pentingnya Penguatan Arsiparis

BACA JUGA:Armada Damkar Kabupaten Pekalongan Minim, Hidran Nyaris Tak Memadai, DPRD Soroti Kesiapsiagaan Kebakaran

“Yang pertama karena sudah dengan batik, yang kedua menantang diri. Saya ingin mencari pengalaman dengan orang-orang yang sudah berpengalaman,” ujar Rozak, (6/10/2026).

Ia mengaku tidak memasang target tinggi dalam perlombaan tersebut. Baginya, kesempatan bertemu dan berkompetisi dengan peserta lain sudah menjadi pengalaman tersendiri. Terlebih, tema ragam hias flora dan fauna dalam batik pesisiran memberikan tantangan dalam menuangkan desain.

“Kalau saya masih belajar. Intinya ikut seperti ini untuk menantang diri,” katanya.

Peserta lintas generasi juga terlihat dari kehadiran Julaiha, 73, warga Pekalongan yang menjadi salah satu peserta tertua. Julaiha mengaku sudah mengenal batik sejak kecil. Bahkan, sejak duduk di kelas sekolah dasar, ia telah belajar membatik dan pernah bekerja sebagai buruh batik.

BACA JUGA:41 Persen Bahan Baku MBG Didatangkan dari Luar, Pemkab Pekalongan Dorong Pemasok Lokal

BACA JUGA:Kalapas Pekalongan Beri Pengarahan Kesatuan Pengamanan, Tekankan Integritas dan Kewaspadaan Keamanan

BACA JUGA:Plt Bupati Pekalongan Sukirman Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026, Rayakan Kemenangan Timnas Bersama Warga

Meski baru pertama mengikuti lomba membatik, Julaiha menjalaninya dengan santai. Ia mengaku senang dapat kembali membatik sekaligus melihat keterlibatan peserta dari kalangan muda.

“Saya ikut senang saja. Kalau menang, alhamdulillah,” ujarnya.

Kategori :