Dari Kelas Roti Menjadi Peluang Usaha Mandiri

Selasa 20-10-2026,10:00 WIB
Reporter : Dwi Fusti Hana Pertiwi
Editor : Dony Widyo

Radarpekalongan.co.id – Keterampilan membuat roti menjadi salah satu peluang usaha yang mulai dikembangkan peserta pelatihan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Nisfisano Pekalongan. Berbekal ilmu yang diperoleh selama pelatihan, sejumlah peserta mulai merintis usaha, menerima pesanan harian, hingga memasok produk ke warung dan kedai jajanan.

Kepala LPK Nisfisano Pekalongan, Nakiroh, mengatakan perkembangan program pelatihan pembuatan roti menunjukkan hasil yang menggembirakan. Antusiasme peserta tidak hanya terlihat saat mengikuti pembelajaran, tetapi juga dari upaya mereka menerapkan keterampilan tersebut untuk memperoleh penghasilan.

"Alhamdulillah, progresnya sangat baik dan berkembang pesat. Peserta antusias membuka usaha secara mandiri. Ada yang membuka pesanan setiap hari, menitipkan produk rotinya ke penjual sarapan pagi, hingga memproduksi roti untuk memenuhi pesanan warung dan kedai jajanan," ungkap Nakiroh.

Menurutnya, peluang usaha yang dikembangkan peserta cukup beragam. Selain menjual roti untuk konsumsi sehari-hari, ada pula peserta yang menerima pesanan untuk hantaran lamaran, snack prasmanan pernikahan, serta berbagai acara lainnya.

Melalui kelas pembuatan roti premium, LPK Nisfisano memberikan pelatihan dengan biaya Rp100.000. Peserta mempelajari berbagai teknik pembuatan roti, mulai dari pengolahan adonan hingga membentuk dan menghasilkan produk siap jual.

Materi pelatihan mencakup 10 jenis roti premium, di antaranya roti pisang cokelat keju, caterpillar sausage, roti manis kacang hijau, roti strusel strawberry kepang, roti konde sarikaya, roti abon mayo, roti cream cheese blueberry, roti garlic sausage, Danish peanut butter, dan roti bun cokelat.

BACA JUGA:Gelar Nobar

BACA JUGA:Plt Bupati Pekalongan Sukirman Dorong Perempuan Kembangkan UMKM agar Naik Kelas

BACA JUGA:Kekeringan Melanda Pekalongan, Polres Pekalongan Droping 10.000 Liter Air Bersih ke Desa Brondong

BACA JUGA:Bazar UMKM Pakai Kreweng di Kenduri Batik Batang Disambut Antusias, Minggon Jatinan Diwacanakan Kembali

BACA JUGA:Antisipasi Banjir dan Longsor, Dindik Kabupaten Pekalongan Luncurkan SIPSEDAB untuk Jaga Pembelajaran Siswa

Peserta juga memperoleh materi pengemasan produk sebagai bekal untuk memasarkan hasil produksi. Dalam pelaksanaannya, setiap peserta berkesempatan melakukan praktik secara mandiri dengan sistem satu orang satu adonan. Hasil roti dapat dibawa pulang, disertai modul resep, sertifikat elektronik, dan konsultasi setelah pelatihan.

Nakiroh menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya LPK Nisfisano membantu masyarakat meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang penghasilan. Program ini menyasar masyarakat yang ingin memulai usaha dari rumah dengan menyesuaikan kemampuan modal dan kapasitas produksi.

Sasaran tersebut, lanjutnya, termasuk ibu yang menjadi kepala keluarga karena suami meninggal dunia atau tidak mampu bekerja, anak yang putus sekolah akibat keterbatasan biaya, hingga masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kami ingin membantu masyarakat agar memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk bekerja maupun berwirausaha. Bagi ibu-ibu yang harus membantu perekonomian keluarga, misalnya, keterampilan membuat kue dan roti bisa menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan penghasilan," jelasnya.

Selain pelatihan bagi masyarakat yang dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, LPK Nisfisano juga merencanakan program pembekalan keterampilan bagi siswa SMAN 1 dan SMAN 2 Pekalongan mulai Januari 2027.

BACA JUGA:Pemkab Pekalongan Gandeng PNM Bina UMKM, Keripik Pepaya dan Wortel Berpeluang Jadi Produk Khas

BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Pekalongan Temukan 8-10 Jenis Barang Tak di Tempat di Puskesmas Sragi 2

BACA JUGA:Operasi Aman Desa 2026 Polres Pekalongan Dimulai! 34 Desa Bersiap Pilkades

Di SMAN 1 Pekalongan, materi yang direncanakan meliputi pembuatan hantaran, kerajinan tangan atau handycraft, serta tata boga, termasuk pembuatan kue dan roti. Sementara itu, siswa SMAN 2 Pekalongan direncanakan mendapatkan pelatihan tata busana, mulai dari mengukur tubuh, membuat pola, memotong kain, menjahit, hingga tahap penyelesaian pakaian.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan praktis bagi siswa, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan keterampilan yang dimiliki, siswa diharapkan tetap mempunyai kesempatan untuk bekerja atau merintis usaha secara mandiri.

"Kami ingin membekali anak-anak dengan ilmu keterampilan agar mereka memiliki pilihan setelah lulus sekolah. Harapannya, mereka bisa bekerja atau berwirausaha, membantu perekonomian keluarga, dan tetap berusaha meraih cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," kata Nakiroh.

Ke depan, LPK Nisfisano berharap program pelatihan yang dijalankan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Melalui keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar, peserta diharapkan tidak hanya mampu menciptakan sumber penghasilan bagi diri sendiri, tetapi juga membantu memperkuat perekonomian keluarga.

Bagi Nakiroh, tujuan utama pelatihan tersebut adalah mendorong masyarakat mengenali potensi diri, meningkatkan kompetensi, dan meraih prestasi melalui keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(ap3)

Kategori :