Truk Tabrakan, 1/2 Ton Telur Berserakan di Pantura

Selasa 05-04-2022,14:00 WIB

SIWALAN - Kendaraan pengangkut telur alami kecelakaan di jalur Pantura Mayjend S Parman, Kecamatan Siwalan. Akibatnya, setengah ton telur pecah berserakan di jalan nasional itu.

Laka lantas itu berawal saat mobil colt L300 bernomor polisi H 9064 WH yang sedang membawa telur hendak berbelok arah. Namun justru ditabrak dari belakang truk boks bernomor polisi F 8674 GI. Kecelakaan ini terjadi hari Minggu (3/4/2022), sekitar pukul 21.00 WIB.

Akibatnya, kedua mobil mengalami kerusakan dan setengah ton telur pecah serta berserakan di jalan raya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pekalongan Ipda Maman membenarkan informasi kecelakaan tersebut.

"Betul mas, tadi malam ada kecelakaan di jalan Pantura Siwalan Pekalongan," kata Ipda Maman, Senin (4/4/2022).

Kronologi kecelakaan itu berawal dari mobil yang mengangkut telur yang dikemudikan Nur Khasani (32), warga Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, melaju dari arah timur ke barat atau dari arah Semarang ke Jakarta.

Sesampainya di lokasi kejadian, mobil tersebut hendak putar balik. Kemudian, dari arah belakang melaju truk boks yang dikemudikan oleh Supratno (44), warga Plumbon Suruh, Kabupaten Semarang.

"Diduga pengemudi truk boks saat berkendara kurang konsentrasi, sehingga menabrak mobil pengangkut telur yang hendak putar balik dan menyebabkan kecelakaan lalu-lintas," kata dia.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Hanya kenek mobil yang membawa telur mengalami luka ringan," imbuhnya.

Ia mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati ketika berkendara, jaga jarak aman dan mengemudi dengan penuh konsentrasi.

Sementara itu, Nur Khasani (32), supir mobil yang membawa telur menceritakan bahwa saat kejadian mobilnya sudah berada di tengah untuk mau berpindah jalur.

"Kondisi jalan saat itu dari arah Jakarta hendak ke Semarang lumayan padat. Jadi, saya agak lama menunggu di tengah itu hampir 5 menit. Mobil saya posisi sudah pas, lampu sen mau balik arah sudah nyala. Kendaraan dari belakang itu sudah banyak yang lihat, tapi tiba-tiba truk boks langsung menabrak dari belakang hingga semua telur pecah dan berserakan di jalan raya," katanya.

Saat itu ia membawa telur sebanyak 50 tong atau sekitar setengah ton. Rencananya, telur mau distribusikan ke pembeli-pembeli yang ada di wilayah Siwalan dan Wiradesa.

"Telur yang dibawa itu pesenan semua dan kondisinya pecah setelah ditabrak truk. Kerugian semuanya sekitar Rp 25 juta," terang dia.

Ia juga bersyukur dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa, hanya kenek supir mengalami luka ringan di pelipis matanya. (had)

Tags :
Kategori :

Terkait