"Untuk di Jagung tetangga sekitar tidak ada yang reaktif. Kita sudah tracking dan nonreaktif semuanya," kata Wawan.
Disinggung apakah ada pembatasan lebih ketat di desa merah Covid-19, seperti pembatasan home visit dan lainnya, Wawan mengatakan, penyebaran Covid-19 hanya bisa dibatasi dengan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan memakai sabun. "Jika semuanya disiplin, home visit saya rasa tidak masalah. Semuanya menyadari bareng, tidak usah diingatkan kalau ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama. Masyarakat bersama-sama kita untuk saling menjaga dan mengingatkan," ujar dia.
Hingga kemarin, total akumulasi terkonfirmasi Covid-19 di Kota Santri sudah mencapai 105 kasus. Dengan rincian, 19 orang dirawat, 46 orang sembuh, 32 orang menjalani isolasi mandiri, dan 8 orang meninggal dunia.
Sebelumnya diberitakan, lingkungan perkantoran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan disterilisasi. Sejumlah pegawainya pun melakukan kerja dari rumah (Work From Home/WFH).
Langkah itu dilakukan menyusul temuan satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinkes terkonfirmasi positif Covid-19. ASN ini terpapar virus corona dari orang tuanya.
Kepala Dinkes Setiawan Dwiantoro dikonfirmasi, Senin (3/8/2020), membenarkan jika ada salah satu ASN di Dinkes positif Covid-19. Menurutnya, ASN ini terpapar virus corona dari orang tuanya. ASN ini sudah menjalani perawatan di RSD Covid di Wonokerto. (had)