Pekan Depan, Seluruh Sekolah Mulai PTM

Rabu 13-10-2021,14:15 WIB

KAJEN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan meminta seluruh sekolah, dari jenjang TK hingga SMP, di Kabupaten Pekalongan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (18/10/2021). Namun PTM ini sifatnya masih PTM terbatas dan simulasi PTM. Protokol kesehatan harus dikedepankan karena pandemi Covid-19 belum sirna.

Kabid Dikdas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aji Suryo, Senin (11/10/2021), mengatakan, simulasi PTM tahap kedua akan dilanjutkan simulasi PTM tahap ketiga. Artinya, sekolah yang kemarin sudah melaksanakan PTM terbatas mulai Senin kemarin tetap PTM terbatas. "Yang simulasi PTM tahap kedua mulai hari ini (Senin, red) meningkat menjadi PTM terbatas," terang dia.

Dikatakan, sekolah yang belum sama sekali melaksanakan simulai mulai tanggal 18 Oktober 2021 disuruh melaksanakan simulai PTM tahap ketiga.

"100 persen. Semuanya sudah diperbolehkan, dari jenjang TK, SD, dan SMP, semuanya boleh," kata dia.

Menurutnya, aturan simulasi PTM tahap ketiga masih sama dengan sebelumnya. Murid yang masuk masih 50 persen. PTM terbatas pun masih 50 persen. "Semuanya masih 50 persen (murid yang masuk). Seluruh sekolah dari Paud hingga SMP," ujar dia.

Ia mengimbau seluruh sekolah untuk mempersiapkan diri menghadapi simulasi PTM tahap ketiga tersebut, termasuk guru dan muridnya. Prokes harus tetap dikedepankan. Jangan sampai lengah. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Protokol kesehatan harus tetap dijaga. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan tidak berkerumun harus dipatuhi," pesan dia.

Menurutnya, pengawasan dari Dindik akan ditingkatkan. Ada pembagian tugas, baik dari struktural dinas dan pengawas sekolah untuk selalu memantau kegiatan baik di simulasi maupun PTM terbatas. Agar pelaksanaannya terkontrol. Jangan abai dengan prokes.

Sekolah juga diimbau untuk selalu berkoordinasi dengan satgas kecamatan. Disamping itu di masing-masing sekolah sudah ada satuan tugasnya masing-masing yang mengawasi pelaksanaan prokesnya.

"Vaksinasi guru kita hampir 100 persen. Untuk siswa yang SMP sudah agak banyak juga," katanya.

Disebutkan, dalam simulasi PTM itu kantin sekolah belum dibuka. Penjual jajanan juga dilarang masuk ke lingkungan sekolah. Untuk itu, siswa disuruh bawa bekal dari rumah.

"Imbauan ke anak-anak begitu selesai harus pulang. Anak-anak jika bisa masih diantar jemput. Kita juga sudah koordinasi dengan Dishub jika ada pelajar yang bisanya naik angkutan umum agar di angkutan prokesnya juga dijaga," katanya.

Ditambahkan, di Kabupaten Pekalongan ada sekitar 800 TK, 500 SD baik negeri dan swasta, dan ada 86 SMP (negeri dan swasta). (had)

Tags :
Kategori :

Terkait