KAJEN - Ratusan rumah berada di wilayah Kecamatan Kajen dan Karanganyar rusak akibat ikut terdampak angin puting beliung yang melanda area sekitar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Rumah warga terdampak berada di Kecamatan Kajen tereltak di dua Desa yaitu Desa Tanjungsari sebanyak 69 rumah dan Desa Tanjungkulon 13 rumah. Selanjutnya bangunan toko serta 21 rumah di sepanjang Jalan Mandurirejo Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen.
Sedangkan di Kecamatan Karanganyar Desa Kulu ada 8 rumah, rumah warga Desa Karangsari 6 rumah, Desa Banjarejo 36 rumah, Desa Sidomukti 11 rumah. Kemudian Desa Wonosari 56 rumah, Desa Limbangan 11 rumah.
Selain rumah warga sejumlah bangunan Gedung rusak adalah Kantor Setda, Kantor Polres Pekalongan. Kantor Dinas Kesehatan, Kantor Dinas Pariwisata, Kantor Bappeda, Kantor Setwan, Kantor Dinas Perdagangan, Kantor KPU. Kemudian Masjid Baiturohim Tanjungsari dan SDN Tanjungsari Kajen.
Sekretaris Daerah Pemkab Pekalongan, Yulian Akbar, Senin (07/11/2022) mengatakan angin kencang puting beliung terjadi pada Minggu (06/11/2022) siang menyebabkan kerusakan bangunan dan pohon tumbang dibeberapa lokasi yang menutup akses jalan.
Aksesnya jalan tertutup akibat pohon tumbang di Komplek Alun Alun Kajen, Setda dan Pendopo Bupati, jalan Mandurorejo, Jalan Rinjani, Jalan Raya Kulu Kajen, Teuku umar dan depan Kantor DPC PDIP Kajen, Jalan Desa Sidomukti, dan Jalan Desa Banjarejo Kecamatan Karanganyar.
"Untuk penanganan tim gabungan melakukan evakuasi pohon tumbang yang menutup akses jalan sehingga bisa dilewati kembali. Tim PLN melakukan recovery jaringan terdampak pohon tumbang dan masyarakat melakukan kerja bakti membenahi bangunan yang terdampak, " katanya.
Terpisah salah seorang korban, Mukaromah warga Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen mengaku tidak bisa berbuat apa, sebab warung berada di Jalan Mandurorejo ikut ambruk diterpa angin kencang.
"Saya baru membangun warung di sebelah utara Jalan Mandurorejo tepatnya sebelah mebel habis uang sekitar Rp 7,5 juta, tapi belum sempat ditempati untuk jualan malah ambruk, " ungkap Sikom yang sebelumnya berjualan di belakang Polres Pekalongan itu. (Yon)