"Kalau Selasa itu gelombang mulai tinggi pada pukul 01.00 WIB dan untuk Jumat jam 19.30 WIB malam. Tingginya ombak sekitar 3 meter pas air laut pasang," tandasnya.
Sunaryo mengungkapkan, tanggul darurat menggunakan karung besar baru bisa dibuat sekitar 8 meter.
"Rencananya itu 30 meter akan dibuat tanggul darurat menggunakan karung jumbo bantuan dari kecamatan, tapi karung yang bisa digunakan untuk buat tanggul hanya cukup untuk 8 meter. Warga juga swadaya membuat akses jalan yang terendam air," ungkapnya.
Melihat kondisi kampungnya yang seperti itu, dirinya hanya bisa pasrah dan menunggu relokasi yang dijanjikan oleh pemerintah daerah.
"Saya dan warga yang lain hanya pasrah kalau air laut pasang," ungkap dia.
Ia berharap, relokasi yang dijanjikan pemerintah bisa segera terlaksana. (had)