ASN Harus Berani Keluar dari Zona Aman dan Menuju Zona Kompetitif

Rabu 07-08-2019,14:13 WIB

KAJEN - Sebanyak 99 orang setingkat Eselon 3 dan 4 diambil sumpahnya dalam kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrasi dan Pengawas di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pekalongan di Aula Lt 1 Setda, Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/8/2019).

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menerangkan bahwa kegiatan pelantikan ini dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta bagian dari pembinaan dari pola karir untuk ASN. Beliau juga berpesan kepada yang dilantik agar bisa serius, inovatif dan amanah.

"Pesan saya, terutama untuk yang masih muda-muda agar bisa serius, tekun dan juga kreatif, inovatif serta yang paling penting amanah dalam menjalankan tugas ini," pesan Bupati.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Aspek tersebut merupakan dasar utama untuk para ASN itu di promosikan atau dimutasi.

"Itu merupakan bagian yang wajar saja, bagi para ASN tentu memahami betul makna dari mutasi dan rotasi," ucapnya.

Dalam birokrasi ini, Republik Indonesia sedang mengembangkan sistem Meritokrasi dalam birokrasi, yang secara harfiah adalah sebuah sistem yang memeberikan kesempatan pada seseorang untuk menjadi pemimpin, berdasar pada kemampuannya, bukan pada koneksi politisnya.

"Sistem itu yang akan dilakukan dan diterapkan di Pemkab Pekalongan. Harus berani keluar dari zona aman dan menuju zona kompetitif," ujar Bupati Asip.

Pemkab Pekalongan akan mengevaluasi kinerja ASN yang kreatif dan berprestasi untuk mendapatkan reward kenaikan pangkat. Sedangkan yang stagnan atau tidak bisa berkembang akan berada pada posisi tetap atau diturunkan. Ini yang akan dilakukan dan dikembangkan dalam menata birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Pekalongan. (rir)

Tags :
Kategori :

Terkait