Bangunlah Jiwa dan Raga Jadi Tema Projek

Senin 07-11-2022,13:40 WIB

*SMP Sains Cahaya Alquran

KOTA - SMP Sains Cahaya Alquran menjadi salah satu sekolah yang sudah menerapkan kurikulum merdeka pada awal tahun 2022. Sekolah tersebut menjadi sekolah penggerak angkatan ke dua dengan menerapkan kurikulum merdeka pada siswa kelas 7.

Sebagaimana ciri dari kurikulum merdeka yang memiliki program projek dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), SMP Sains Cahaya Al Qur'an juga memiliki projek dengan tema bangunlah jiwa raganya.

Disampaikan Ketua pelaksana dari SMP Sains Cahaya Alquran Desy Tri Hidayanti SPd di sela-sela expo pendidikan yang dilaksanakan di halaman Setda Kota Pekalongan, Minggu (6/11/2022) bahwa projek bangunlah jiwa dan raganya ini menafsirkan SMP Sains Cahaya Alquran tidak hanya memiliki program projek raga saja namun juga jiwanya.

Meski tergolong baru, namun pelaksanaan kurikulum merdeka ini memiliki kesan tersendiri bagi para guru dan siswa, karena menurutnya kurikulum merdeka ini menyenangkan dan berbeda dengan kurikulum sebelumnya sehingga merasa tertantang, dan kurikulum ini juga lebih menekankan pada siswa untuk belajar lebih menyenangkan, lebih efektif serta ada projek-projek yang bisa diikuti oleh siswa agar bisa mencapai siswa yang lebih mandiri dan lebih merdeka.

Saat ini, sudah 3 projek yang berjalan selama hampir satu semester. Tema yang pertama dengan tema gaya hidup berkelanjutan. Tema ini SMP Sains Cahaya Alquran mengambil bentuk kegiatan dengan hafalan Al Qur'an, karena menghafalkan Alquran di SMP Sains Cahaya Alquran sudah menjadi kegiatan sehari-hari di sekolah sehingga menjadi kegaiatan yang berkelanjutan.

"Tema pertama ini kita ambil dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, danberakhlak mulia,nah tahfidz itu kan di sekolah kami sudah menjadi keseharian, ya jadi bisa dikatakan gaya hidup berkelanjutan agar nantinya peserta didik tetap mengingat dengan hafalan mereka," ungkap Desy.

Lalu, projek yang kedua dengan tema bangunlah jiwa dan raganya, yaitu pengolahan sampah. Karena sampah adalah hal yang ditemukan setiap hari dan menjadi problem jika tidak di kelola dengan baik. Serta projek yang ke tiga adalah kebhinekaan global dengan membuat Mading.

"Mading ini, anak-anak membuat Mading dan konten mereka sendiri, jadi guru memang hanya mendampingi saja," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga memiliki kegiatan projek seperti melukis poster yang dibuat oleh anak-anak kelas 7 dengan tema lingkungan dan sains.

"Jadi setiap kelas dibentuk perkelompok untuk membuat poster bisa dari bahan cat air dan crayon, lalu hasil lukisan mereka dibingkai yang cantik. Ada juga tikar dan sajadah dari bungkus minuman sachet serta pot cantik yang dilukis pot gantung atau pot tanah. Nah kegiatan itu juga dibentuk berkelompok untuk membentuk dimensi gotong royong, kreatif, dan mandiri," terang Desy.

Dijelaskan lebih lanjut, hasil karya tersebut tentunya dimanfaatkan dengan baik oleh sekolah, misalnya tong sampah yang dilukis dengan tema lingkungan di manfaatkan di sekolah, lalu ada juga bunga dari kain flanel dan kain perca yang samkin mempercantik ruangan serta kaligrafi yang dibuat oleh siswa yang berprestasi di SMP Sains Cahaya Alquran.

"Kami berharap, semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas peserta didik, dapat memacu semangat kami bagi pendidik lebih menemukan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan, dan mudahan-mudahan di sekolah penggerak ini kami bisa menerapkan pembelajaran yang lebih bermakna oleh siswa," pungkasnya. (mal)

Tags :
Kategori :

Terkait