KAJEN - Pelajar SMAN 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan, ditempa jiwa sosialnya. Salah satunya dengan kebiasaan berinfak, baik yang bersifat insidentil maupun terjadwal. Di salah satu sekolah favorit di Kota Santri ini, anak-anak terbiasa berinfak. Ada infak dadakan, semisal, untuk bantu korban bencana alam. Ada pula infak terprogram. Seperti infak tiap hari Jumat, infak Ramadan, hingga infak Muharom.
Saat peringatan Tahun Baru Islam 1444 H kemarin, keluarga besar SMAN 1 Kajen santuni anak yatim. Santunan itu dari uang infak yang terkumpul dari program infak Muharom.
"Santunan anak yatim ini dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1444 H," ujar Pembina ROHIS SMAN 1 Kajen, Zaemah, disela pemberian santunan anak yatim oleh pihak sekolah itu, baru-baru ini.
Diterangkan, rangkaian kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1444 H di antaranya infak Muharom. "Kita lakukan sepekan sejak hari Senin sampai hari Jumat," kata dia.
Kegiatan lainnya, lanjut dia, literasi. Yakni, 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan sejuta salawat, 10 ribu surat Al Ikhlas, dan 1000 surat Waqiah. "Pada kegiatan hari ini kita laksanakan santunan anak yatim diambil dari lima SD terdekat. Ditambah lagi Insya Allah anak-anak yatim di sekolah juga dapat. Ada sekitar 20 anak yatim dari SD terdekat dan 20 anak yatim siswa siswi SMAN Kajen," ungkapnya.
Giat itu tiap tahun digelar. Hanya saja dua tahun sebelumnya ada Covid, sehingga tidak dilaksanakan. "Tiap tahun kita laksanakan Insya Allah. Semoga saja di tahun berikutnya tetap bisa kita laksanakan," harap dia.
Ia berharap, anak-anak SMAN 1 Kajen bisa menjadi ulul albab. "Ulul albab itu manusia yang bisa menyeimbangkan antara dzikir mengingat Allah, dia juga bisa mengembangkan fikirnya, kemudian bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," jelas dia.
Termasuk di dalamnya adalah peduli lingkungan. Jiwa sosial mereka ditumbuhkan. "Tidak hanya itu (santunan), kita juga ada infak Ramadan saat bulan Ramadan kemarin. Alhamdulillah dapat Rp 10 juta. Kemudian setiap hari Jumat, ada infak Jumat. Pada saat-saat ada bencana misalnya kita juga laksanakan infak. Jadi ada yang dilaksanakan insidentil. Ada pula yang diprogram secara rutin," katanya. (had)