Benar-benar nekat. Belasan pekerja seks komersial (PSK) terpaksa 'digaruk' dan harus dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Sebab, mereka tertangkap tangan sedang menawarkan jasa esek-esek di pinggir jalan saat puasa.
Kanit Reskrim Polsek Banjarsari Iptu Syarifuddin mengatakan, ada 11 PSK yang terjaring dalam giat operasi Sabtu (11/5) malam. Giat operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dipimpin Kapolsek Banjarsari Kompol Demmyanus Palulungan itu menyasar sejumlah lokasi yang diduga banyak dijadikan lokasi mangkal para penjaja syahwat.
"Kami laksanakan giat operasi kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran pekat, PSK," jelas Syarifuddin mewakili kapolsek Minggu (12/5).
Operasi pekat difokuskan di dua lokasi berbeda, yakni Gilingan dan Kestalan. Operasi sengaja digelar untuk menjaga kondusivitas selama Ramadan.
"Sebanyak 11 PSK yang mangkal di pinggir jalan kami bawa ke Mapolsek Banjarsari untuk dilakukan pembinaan agar menghormati bulan Ramadan. Mereka seakan tidak menghormati bulan puasa dengan memanggil-manggil siapa saja yang lewat di depan mereka," kata Syarifuddin.
Mayoritas PSK yang terjaring berusia di atas 30 tahun. Seluruhnya berasal dari luar Kota Solo. Bahkan, ada yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi.
"Kami lakukan pembinaan dan kami minta mereka untuk pulang dan tidak mengulangi kegiatan serupa," tegas Syarifuddin. (radarsolo)