**Kali ini Mahasiswa Kembali Gelar Aksi Demo
KAJEN - Penolakan kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus berlanjut. Kali ini ratusan mahasiswa Kabupaten Pekalongan, Senin (19/09/2022) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Pekalongan. Mereka menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berjalan kaki dari Tugu Nol menuju Kantor Bupati dengan pengamanan ketat.
Seperti diketahui sebelumnya, aksi penolakan kenaikan harga BBM ini sudah mereka gelar di tempat yang sama pada 8 September 2022 lalu. Namun mahasiswa ingin bertemu secara langsung Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Setelah melakukan orasi, mahasiswa akhirnya ditemui langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq didampingi Kapolres Pekalongan AKBP Dr Arief Fajar Satria, Ketua DPRD Hj Hindun, Kapos BINDA Kabupaten Pekalongan Bambang Purwadi dan Sekda.
Bupati Fadia Arafiq berdialog dan audiensi dilakukan secara terbuka di hadapan ratusan massa. Di depan massa Fadia meminta maaf atas absennya dirinya menemui demonstran pada aksi penolakan harga BBM.
"Saya waktu itu sakit, saya kena covid," ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Dalam kesempatan itu mahasiswa meminta Bupati Fadia menandatangani nota kesepakatan bersama yang berisi tuntutan demonstran. Fadia mengatakan, pihaknya akan berusaha menyampaikan aspirasi massa.
"Saya akan sampaikan aspirasi adik-adik ini. Karena memang ini bukan kebijakan daerah, melainkan dari pusat," ungkapnya.
Fadia juga menampung permintaan massa yang ingin dilibatkan dalam tiap penentuan kebijakan daerah. Di hadapan massa berjumlah 200-an orang, Fadia secara langsung memerintahkan Sekda untuk mencatat aspirasi itu.
"Saya akan libatkan adik-adik semua, nanti kita bicarakan bersama Kabupaten Pekalongan ini ke depan akan kita bikin seperti apa," ungkapnya.
Sementara perwakilan massa aksi Samsul Syarif Hidayat mengapresiasi Fadia yang mau menemui massa. Ia mengatakan, bupati memang seharusnya demikian.
Mengenai nota kesepakatan, ia akan mengawal sikap Pemkab Pekalongan. Mahasiswa, kata dia, juga akan mengawal Pemkab dalam menentukan kebijakan level daerah.
"Kami akan kawal terus. Supaya aspirasi ini sampai ke pusat sebagai bahan pertimbangan," ungkapnya.
Adapun usai aksi, para mahasiswa kembali ke titik kumpul dengan diantarkan menggunakan bus dan truk milik Polres Pekalongan. (Yon)