Diduga Tercemar Limbah, Air Sumur Warga Simbangkulom Berwarna Hitam

Jumat 04-03-2022,10:44 WIB

Proyek itu, ujar dia, di antaranya mengerjakan saluran limbah keluarga dan limbah batik. Imbas pembangunan proyek itu, saluran limbah yang lama terbendung, sehingga tidak lancar masuk ke sungai. Akhirnya limbah mencemari sumur-sumur milik warga.

"Yang tengah (jalan) itu saluran limbah batik. Yang kanan kiri (jalan) saluran limbah rumah tangga. Menurut yang saya tahu itu proyek skala kawasan. Kalau ndak salah dari pemerintah pusat. Masih berjalan. Kemarin pas rapatnya kan targetnya 11 bulan. Harusnya Februari akhir sudah jadi tapi ini belum jadi. Imbas proyek ini limbah batik masuk sumur warga," kata dia.

Dikatakan, di RT 20 diperkirakan ada belasan warga yang sumurnya terdampak. Namun tidak semua warga terdampak lapor ke dirinya.

"Warga kan ndak tahu juga mau lapor ke mana. Warga ya pasrah. Namanya juga sama-sama butuh. Warga mau minta ganti rugi ke bos batik ya ndak enak juga. Kerjanya di situ.

Saya sudah lapor ke kelurahan. Diminta untuk sabar karena proyek masih berjalan," ungkapnya.

LANGSUNG BERTINDAK

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar yang mendapatkan informasi sumur warga tercemar limbah langsung mengambil tindakan. Sekda mengatakan, itu adalah program Kotaku dari pemerintah pusat. Sehingga persoalan yang muncul adalah tanggung jawab bersama pemerintah pusat dan daerah yang harus dipecahkan. "Harus kita urai. Harus kita pecahkan. Kita akan undang satkernya, Balai Prasarana Pemukiman Wilayah di PU Jateng, pelaksananya PT Haka, serta konsultan teknisnya. Kita akan undang," ujar Sekda.

Dikatakan, proyek itu selesai hingga bulan Maret 2022. Namun untuk kewenangan perpanjangan proyek ada di pusat. Kemungkinan akan diperpanjang sampai April atau Mei 2022. "Untuk angka pastinya berapa persen progres proyek ini saya belum tahu. Kemungkinan di angka 70 hingga 80an lah," katanya.

Untuk penanganan darurat warga yang kesulitan air bersih akibat sumurnya tercemar, Sekda menegaskan hari itu juga akan koordinasi dengan BPBD dan PDAM untuk membantu dropping air bersih di wilayah terdampak. "Untuk penanganan darurat saya kira segera dalam jangka waktu tidak terlalu lama lah. Hari ini juga saya akan koordinasikan dengan BPBD dan PDAM untuk bantu suplai air bersih," ujar Sekda. (had)

Tags :
Kategori :

Terkait