Digerus Erosi, Jembatan Garung Membahayakan

Kamis 20-10-2022,11:46 WIB

PETUNGKRIYONO - Jembatan Garung di Dukuh Garung, Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, membahayakan akibat tergerus erosi sungai. Jembatan ini akses utama menuju ke tiga desa, yakni Desa Tlogopakis, Curugmuncar, dan Desa Songgodadi.

"Jembatan ini mengalami kerusakan cukup berat. Saat hujan deras, arus sungai deras dan kuat sehingga menyebabkan bagian jembatan erosi," terang Camat Petungkriyono, Hadi Surono, kemarin.

Menurutnya, jembatan tersebut terletak di Dukuh Garung, Desa Yosorejo. Jembatan itu vital karena merupakan akses menuju Desa Telogopakis, Curugmuncar, dan Desa Songgodadi.

"Kondisi jembatan apabila dilalui kendaraan berat dimungkinkan bisa patah dan membahayakan pengguna jalan," katanya.

Untuk mengatisipasi kecelakaan yang terjadi maka dipasang tulisan atau pengumuman bahwa truk atau kendaraan berat tidak boleh lewat.

"Kejadian ini sudah saya laporkan ke Ibu Bupati. Dan langsung ditindaklanjuti Dinas PU. Saat ini masih dalam pengerjaan DPU. Perbaikan belum selesai karena kontur tanahnya labil dan hujan masih sering turun," ungkapnya.

Kanit Samapta Polsek Petungkriyono Bripka Sukirno dan anggota begitu mendapatkan laporan ada jembatan tergerus erosi langsung mengecek kondisi jembatan itu. Sukirno mengatakan, jembatan hampir putus karena tergerus air sungai yang deras. Sehingga jembatan tersebut dapat membahayakan apabila dilewati, khususnya untuk kendaraan roda empat.

Petugas dari Polsek Petungkriyono kemudian memberikan himbauan terhadap masyarakat khususnya pengguna jalan, serta memasang rambu-rambu larangan bahwa kendaraan roda empat tidak boleh lewat. Selanjutnya berkoordinasi dengan instansi terkait guna perbaikan jembatan tersebut.

DITANGANI DARURAT

Kepala DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan, Mudiarso, dikonfirmasi terpisah, mengatakan, jembatan rusak karena erosi itu untuk sementara ditangani darurat. "Kita topang jembatannya. Diperkuat abutmentnya dan pondasi jembatannya supaya punya kekuatan yang sama dengan kekuatan jembatan sebelumnya," terang dia.

Untuk perbaikan permanennya, kata dia, diusulkan di kegiatan tahun yang akan datang.

"Curah hujan besar tergerus erosi. Ada aliran air dan tergerus. Usia jembatan juga sudah tua. Sudah waktunya untuk direhab.

Karena ini darurat kita lakukan seperti itu tadi. Kekuatan sama seperti sebelumnya. Kita sangga dengan perkuatan abutmen," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar kendaraab yang melintas sesuai dengan tonase yang sudah ditentukan di kelas jalan tersebut. Meskipun setelah penanganan darurat selesai, kekuatan jembatan akan sama dengan sebelumnya.

"Saat melintas lebih berhati-hati dengan memperhatikan kondisi jalan dan jembatan yang ada. Barangkali ada penurunan atau apa sudah diantisipasi sebelumnya," ujar dia.

Tags :
Kategori :

Terkait