Harga Kedelai Melejit

Kamis 31-12-2020,12:00 WIB

**Kenaikan Hingga Rp 2000 Per kilogram

KAJEN - Harga kedelai belakangan ini melejit. Termasuk di beberapa pasar di Kabupaten Pekalongan. Kenaikan mencapai Rp 2.000 perkilogram dan terjadi sejak dua pekan lalu.

Informasi yang diperoleh, kenaikan harga kedelai terjadi secara bertahap, dari Rp 100 sampai 150 per kilogram hingga terakumulasi dua pekan ini mencapai Rp 2.000 perkilogram. Sebelumnya harga dipasaran hanya Rp 6.400 sampai Rp 6.700, namun dua pekan ini mencapai Rp 9.150 perkilogram.

Kenaikan harga kedelai sangat dirasakan para perajin tempe tahu. Mereka kelimpungan karena bahan baku tempe menggunakan kedelai. Atas kenaikkan harga kedelai, pengrajin tempe pun tak berani menaikkan harga. Saat ini yang bisa dilakukan para pengrajin tempe hanya bisa mengurangi ukuran.

Hal itu dibenarkan salah seorang perajin tempe asal Desa Jagung Kecamatan Kesesi, Niti. Kata dia, kenaikan harga kedelai terjadi sejak dua pekan lalu jelang perayaan natal tahun baru. Untuk kenaikan tidak bisa diprediksi karena setiap dikirim barang terus mengalami kenaikan harga dari Rp 100 sampai 150 perkilogram.

"Sekarang harga kedelai Rp 9.150 perkilogram, padahal dua minggu sebelumnya hanya Rp 6.500 sampai Rp 6.700," katanya.

Diakui Niti, melejitnya harga kedelai tersebut tidak dirasakan para pembeli. Karena dirinya tidak menaikkan harga tempe. Saat ini kemasan yang dijual masih sama, hanya saja ukuran yang berbeda.

"Omset masih sama karena masih jarang konsumen yang tahu akan kenaikan kedelai. Untuk produksi setiap hari kami juga masih utuh habis 30 sampai 34 kilogram sehari, " terangnya. (yon)

Tags :
Kategori :

Terkait