"Kami mengikuti aturan, jadi hanya tiga kelas yang kami berangkatkan hari ini. Satu kelas ada 36 siswa. Tetapi itu dibagi dua. Jadi dalam uji coba PTM ini satu kelas hanya 18 siswa," jelas Sugeng.
Pelaksanaan uji coba ini, lanjut Sugeng, dilaksanakan hanya empat jam sejak pukul 07.00 WIB. Itu pun dibagi dengan dua shift. "Jadi satu shift durasinya dua jam," paparnya.
SMA Negeri 1 Kedungwuni memilih siswa kelas X yang melaksanakan uji coba PTM kali ini. Alasannya, karena siswa kelas X belum sama sekali mengenal lingkungan sekolah, guru, sarpras sekolah, dan teman-temannya.
"Biar mereka bisa berinteraksi dengan guru secara langsung. Karena selama ini mereka belum pernah ke sekolah. Kalau kelas 11 dan 12 kan sebelum Covid sudah pernah ke sekolah," ujar Sugeng. (had)