Sri mengungkapkan, dari keterangan warga tersebut ia memang merekam video tersebut karena buat bukti untuk laporan ke warga.
"Setelah merekam, ibu Rina itu menghampiri dua anak tersebut dan menyuruh pulang, mono podo bali poso-poso kok (sana pada pulang, puasa-puasa kok)," ungkapnya.
Pihaknya menambahkan, setelah itu ia melaporkan kejadian tersebut ke kepala desa.
Berdasarkan informasi anak tersebut lari ke pemukiman yang dekat perumahan, kebetulan dari perumahan tersebut dekat rumah lebe, sehingga kades memerintahkan lebe untuk mengecek warganya.
"Setelah dicek ternyata anak yang berciuman tersebut, bukan warga Desa Kwayangan dan bukan warga perumahan Paraduta," tambahnya.
Pihaknya mengimbau kepada warga yang merekam tersebut, apabila menemui kejadian yang serupa untuk melaporkan ke RT dulu atau ke perangkat desa.
"Saya juga mengimbau ke ibu Rina, apabila menjumpai kejadian yang serupa untuk tidak langsung share ke sosmed, laporkan dulu ke ketua RT atau perangkat desa sehingga langsung bisa ditangani," kata dia. (had)