KAJEN - Ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Pekalongan 2021 dipertanyakan. Pasalnya hingga Juli 2021 belum ada kabar pelaksanaan kapan Porkab akan digelar.
Pertanyaan itu dilontarkan oleh Perwakilan Koordinator Olahraga Kecamatan Pagelaran (KOK) dan pelatih atlet Olahraga. Salah satu Koordinator Olahraga Kecamatan Sragi, Desi Merauke, Minggu (11/07/2021) menyampaikan bahwa sampai kini belum ada pemberitahuan secara resmi dari pihak KONI Kabupaten Pekalongan untuk pelaksanaan Porkab. Sebagai pengurus KOK yang bertugas di bawah KONI, dirinya mendapat pertanyaan dari beberapa insan olahraga, kapan Porkab Kabupaten Pekalongan akan diselenggarakan. "Wajar saja mereka bertanya seperti ini karena sudah latihan rutin guna menghadapi event tersebut," ujarnya.
Diakui, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang, apalagi dengan adanya PPKM Darurat se-Jawa dan Bali, menyadari pelaksanaan kejuaraan olahraga tingkat kecamatan belum bisa digelar. Walau begitu, dari pihak KONI sampai sekarang belum memberikan surat atau pernyataan resmi bahwa kegiatan itu diselenggarakan, ditunda, atau bahkan dibatalkan. Oleh karena itu ia mewakili insan olahraga di Kabupaten Pekalongan yang sudah menyiapkan agenda tersebut meminta kepada KONI supaya memberikan keterangan secara resmi sehingga permasalahannya menjadi jelas.
Senada pelatih cabang olahraga renang, Suprapto. Ia menyampaikan bahwa meski ada pandemi Covid-19, tidak mematahkan semangat untuk melatih anak asuhannya. Selain untuk meningkatkan stamina dan kwalitas para atlet, latihan itu guna menghadapi sejumlah event, salah satunya Porkab Kabupaten Pekalongan. "Untuk saat ini, kwalitas anak-anak sudah menunjukkan peningkatan dan siap menjalani pertandingan di berbagai event," katanya.
Oleh karena itu, dirinya juga menanyakan apakah Porkab Kabupaten Pekalongan akan diselenggarakan atau tidak. Sebab, dia merasa iba terhadap para atletnya karena sudah mempersiapkan latihan cukup lama, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan pelaksanaannya.
Terpisah, Wakil Sekretaris KONI Kabupaten Pekalongan, Faruk Eko Warto mengatakan sebenarnya keputusan mengenai perhelatan Porkab di wilayah kerjanya sudah disampaikan yakni dibatalkan. Tepatnya pada saat rapat KONI Februari lalu yang dihadiri pengurus KONI dan sejumlah pengurus KOK.
Adapun penyampaiannya hanya sebatas pemberitahuan, sedangkan untuk surat secara resmi ke KOK maupun cabang olahraga, memang belum dilakukan.
Pembatalan event tersebut lantaran anggaran yang ada di KONI sangat minim yakni hanya Rp 200 juta serta masih ada pandemi Covid-19. Padahal anggaran itu untuk semua kegiatan, mulai dari kesekretariatan, pembinaan cabang olahraga, dan lainnya. Dengan demikian, untuk menggelar Porkab Kabupaten Pekalongan sangat tidak mungkin karena membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Padahal, Porkab Kabupaten Pekalongan sebagai ajang seleksi bagi atlet Kota Santri yang berlaga di tingkat lebih atas. Mereka yang lolos seleksi nantinya bakal mewakili Kota Santri di ajang Pekan Olahraga Wilayah Kedu, Pekalongan, dan Banyumas (Porwil Dulongmas). Namun karena masih ada pandemi Covid-19, maka event ini berubah menjadi kejuaraan cabang olahraga se-Dulongmas.(yon)