Beras Kian Langka, Harga Terus Naik

Jumat 03-02-2023,11:45 WIB
Reporter : Bayu aditiya
Editor : Bayu aditiya

KAJEN - Pedagang beras di Kabupaten Pekalongan mengeluhkan kian langkanya beras di tingkat petani dan di ricemill. Mereka kesulitan kulakan beras. Akibatnya, harga beras di pasaran dalam sepekan terakhir terus merangkak naik. Hingga kemarin, harga beras kualitas medium di pasaran antara Rp 12.500 per kg hingga Rp 13.000 per kg.

 

Ipul (35), pedagang beras dari Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan beras di rice mill di Kabupaten Pekalongan. Padahal, pedagang langganannya sudah banyak. Bahkan terkadang, ia tak mampu memenuhi semua pesanan pelanggannya karena kesulitan mendapatkan pasokan beras yang bagus.

 

"Ada pelanggan yang pesan 4 karung, saya paling bisa ngasihnya 2 karung, agar semua langganan saya bisa dapat beras," kata dia.

 

Dengan sulitnya mendapatkan beras yang bagus, harga beras pun naik. Harga beras per kilo saat ini di kisaran Rp 2.800 per kg hingga Rp 2.900 per kg. Di tingkat eceran, harga beras kelas medium berkisar di antara Rp 12.500 per kg hingga Rp 13.000 per kg.

 

Unggul, pedagang dari Kesesi, mengatakan, di Kecamatan Kesesi beras dari petani lokasl sudah jarang. Beras yang ada kebanyakan dari juragan dari wilayah timur seperti dari Batang dan Demak. Harga kulakan beras di kecamatan ini sudah Rp 11.300 per kg dari pengepul. Di tingkat eceran, harga beras di Kesesi di kisaran Rp 12 ribu per kg hingga Rp 13 ribu per kg.

 

"Di Kesesi jika ada petani yang panen pun saat ini hanya ditebas oleh juragan lokal untuk diecer sendiri. Tidak sampai ke luar kota," kata dia.

 

Langkanya beras ini, kata dia, diduga akibat bencana banjir kemarin. Daerah sentra beras di Pantura Jawa Tengah banyak yang gagal panen karena kebanjiran. Sedangkan di wilayah Pekalongan sendiri, lanjut dia, tanaman padi rata-rata berumur kurang lebih dua bulanan. Sehingga diperkirakan panen raya akan terjadi pada awal bulan Maret nanti.

 

Kendi, petani padi dari Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro, menuturkan, meskipun harga beras di tingkat pedagang cukup tinggi namun di tingkat petani keuntungannya relatif kecil. Bahkan bisa merugi tatkala serangan hama dan penyakit tanaman menyerang tanaman padi.

Kategori :