Edukasi Stunting, Ketahui Penyebab dan Pencegahan
Sementara Kepala Dinkes Kendal, dr Abidin, mengungkapkan bahwa faktor penyebab stunting terutama karena praktik mengasuh anak yang kurang baik. Misalnya karena kurangnya pengetahuan orang tua tentang kesehatan dan gizi, sebelum dan pada masa kehamilan, dan anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan asi eksklusif, anak usia 6-24 bulan tidak menerima makanan makanan pendamping ASI
"Selain itu, faktor lain seperti kurangnya akses makanan yang bergizi, sehingga 1 dari 3 ibu hamil mengalami anemia, dan faktor lainnya seperti kurangya pemeriksaan ANC pada masa kehamilan," tambah dr Abidin.
Dalam kesempatan ini, Abidin juga mengingatkan tentang dampak dari stunting yang tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan juga jangka panjang. Dalam jangka pendek, stunting akan berakibat terganggunya perkembangan otak, kecerdasan berkurang, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh.
Sementara untuk jangka panjang akan berakibat menurunnya kemampuan koniktif dan kemampuan belajar, rentan resiko penyakit degenaratif seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, pembuluh darah, stroke, disabilitas di usia tua.
"Kepada masyarakat, khususya kepada para ibu hamil harus menjaga diri dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, dan setalah melahirkan harus memberikan asi eksklusif, dan menjaga pola asuh anak yang baik, agar terhindar dari stunting," ujar dr Abidin. (sef)