Dalam istilah hipnoterapi, proses ini disebut pre induction.
Adapun proses pre induction dalam bentuk dialog antara terapis dan klien dengan kasus di ata adalah sebagai berikut:
Terapis: "Ada yang bisa saya bantu? Apa yang menjadi masalah Anda?"
Klien : "Saya sangat posesif terhadap pacar saya. Sementara pacar saya sangat cuek dan bahkan tidak peduli pada saya."
Terapis: "Bisa lebih kongkrit, posesif seperti apa dan cuek seperti apa yang dimaksudkan?"
Klien : "Ya, saya sudah mati-matian memberikan perhatian dan chat setiap hari, udah makan belum, bagaimana kerjaannya apakah lancar, ada masalah apa hari ini. Kalau saya chat dia 5 kali maka yang dijawab hanya chat terakhir. Itu pun hanya dengan jawaban ya atau tidak. Sisanya hanya di read saja. Apa tidak kesal?"
Terapis: "Baik, apa yang Anda inginkan dari pacar Anda?"
Klien : "Mestinya dia punya perasaan dong. Saya udah berusaha memperhatikan dia, responnya malah cuek dan tidak sesuai dengan yang saya harapkan."
Terapis: "Anda tahu ketika mengirim chat itu pacar Anda apakah emosinya sedang baik-baik saja, sedang capek, sedang sibuk memikirkan pekerjaan atau sedang santai?"
Klien : "Saya tidak tahu dia dalam kondisi emosi seperti apa."
Sampai di sini kita bisa mengetahui bahwa persoalan pertama antara mereka adalah, ada bentuk berkomunikasi yang tidak nyambung. Si cowok maunya seperti apa, si cewek pengennya seperti apa.
Ini sering terjadi dan banyak kasus menimpa orang kebanyakan. Mereka sering mengatakan,
"Masa sih kaya gitu aja harus dikasih tahu, mestinya ngerti sendiri dong."
Pertanyaan saya, apakah seseorang akan otomatis mengetahui segala keinginan orang lain tanpa diberi tahu? Sepertinya tidak. Bahkan orang yang sudah diberi tahu saja bisa jadi akan lupa, apalagi tidak dikasih tahu.
Rumus pertama, jangan berpikir orang lain mengetahui satu hal, sampai kita menjelaskan secara detil hal tersebut. Buat kesepakatan kita maunya seperti apa dan dia maunya seperti apa.
Komunikasikan dengan cara baik sampai kedua belah pihak mengerti, sepakat dan memiliki komitmen. Ada negosiasi berbentuk pertanyaan, meminta kesediaan dan akhirnya membuat kesepakatan.