Stok Pangan Berkurang, Kualitas Sayuran Turun

Kamis 31-08-2023,11:20 WIB
Reporter : Dhia Thufail

*Dampak Kemarau Panjang

BATANG - Musim kemarau panjang yang saat ini tengah berlangsung di Kabupaten Batang, memicu terjadinya sejumlah bencana alam. Selain kelangkaan air bersih dan kebakaran lahan dan hutan, kemarau juga mengakibatkan stok bahan pangan menipis hingga kualitas sayur sayuran menurun.

Kondisi ini seperti terlihat di pasar tradisional Batang. Di mana pasokan beras menipis yang menimbulkan kenaikan harga pada kebutuhan pokok masyarakat itu.

Rodhiyah, salah seorang pedagang beras di Pasar Batang membenarkan adanya kenaikan harga beras, baik untuk kualitas premium maupun medium berkisar Rp1.000,00.

“Sebelum kemarau, harga beras kualitas premium Rp12 ribu, namun kini menjadi Rp13 ribu per kilogramnya. Dan Rp11 ribu per kilogramn untuk beras berkualitas medium,” terangnya, Rabu (30/8/2023).

Kondisi tersebut diakuinya terjadi sejak sepekan yang lalu, pasokan ke pasar-pasar tradisional berkurang, sehingga harga merangkak naik.

“Selain pengaruh kekeringan lahan yang mangakibatkan gagal panen, juga karena banyaknya beras yang didistribusikan ke luar kota karena mengalami hal serupa,” jelasnya.

Ia mengakui, sebelum terjadi kemarau panjang, pasokan beras rutin hingga 1 ton. Namun sejak pekan lalu, pasokan mulai berkurang hingga 5 ton.

Hal tersebut juga berpengaruh terhadap daya beli konsumen yang mengalami penurunan. 

“Banyak yang mengeluh kok harganya mahal, akhirnya ada yang mengurangi jumlah belinya, ada yang nggak jadi,” ujar dia.

Senada disampaikan para pedagang sayur di Pasar Batang yang mengeluhkan kualitas cabai menurun sejak beberapa pekan lalu.

Salah satu pedagang cabai, Mukti mengatakan, kualitas cabai yang layu berimbas pada kenaikan harga di pasaran, berkisar Rp5 ribu.

“Cabai merah besar semula Rp35 ribu jadi Rp40 ribu, cabai rawit merah semula Rp20 ribu jadi Rp25 ribu per kilogramnya. Ini semua karena cuaca panas yang sangat ekstrem, cabai cepat layu dan kering,” katanya.

Kenaikan harga juga terjadi pada sayuran, meskipun tidak terlalu tinggi antara Rp2.000,00 hingga Rp3.000,00.

“Sawi hijau atau caisin semula Rp6 ribu kini Rp8 ribu, bawang daun semula Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu,” ujar dia.

Kategori :