Era Digital, Pemuda NU Diminta jadi Produsen Konten

Selasa 17-10-2023,13:30 WIB
Reporter : Redaksi

KENDAL - Di era digital saat ini, hampir semua aspek kegiatan manusia disajikan di berbagai platform digital, terutama media sosial. Untuk itu, para pemuda dan pelajar NU diharapkan tidak hanya menjadi obyek, melainkan juga aktif dan kreatif memproduksi konten untuk kepentingan dakwah hingga bisnis.

Pesan inilah yang diinginkan  Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kecamatan Weleri melalui kegiatan pelatihan "Madrasah Konten Kreator' di SMK NU 06 Muallimin Weleri, Sabtu (14/10/2023).

Kegiatan ini melatih puluhan pemuda dan pelajar NU untuk membuat konten media sosial, sehingga bisa ikut mewarnai dan mendayagunakan berbagai platform digital secara produktif. Sesuai dengan alam pikir pesertanya, pelatihan ini pun didesain semenarik dan sekreatif mungkin.

“Maka kami melibatkan kaum muda untuk mengembangkan potensi menuangkan ide melalui konten-konten positif di media sosial. Tak hanya pelatihan, pembuatan konten tersebut juga nantinya akan dilombakan,” ungkap Ketua Lakpesdam NU Weleri, Irhamni Sabil.

Untuk mengisi materi, Lakpesdam menghadirkan 2 narasumber, yakni pegiat media sosial dan konten kreator Ahmad Husain, dan Kabag Pemberitaan dan Artikel NU Kendal Online M Adib Shofwan.

Dalam paparannya, Ahmad Husain menyebut manfaat media sosial selain sebagai media komunikasi, sosialisasi dan edukasi, juga bisa dimanfaatkan untuk mencari cuan. 

“Jangan bingung masalah materi konten yang mau diangkat, bisa kita ambil materi yang ada di sekitar kita atau bahkan profesi yang sedang kita lakoni bisa jadi materi konten kreator,” kata Husain.

Menurut Husain, semua orang ingin agar kontennya ditonton banyak orang, viral di medis sosial. Bahkan, beberapa konten kreator rela melakukan segala cara untuk mewujudkan ambisinya tersebut. 

“Konten yang viral biasanya menghibur, kontroversial atau unik dan memberikan dampak sosial yang besar. Tidak ada resep jitu untuk konten jadi viral, yang penting jangan melanggar aturan atau etika yang merugikan diri sendiri,” terangnya.

Sementara di materi kedua, M Adib Shofwan memaparkan teknik penulisan artikel maupun berita. Disampaikannya, untuk menjadi penulis, yang dibutuhkan hanyalah kemauan keras untuk menulis dan mempraktikkannya.

“Karena orang yang hanya mempunyai kemauan namun tidak pernah melakukannya, maka sama saja dengan bermimpi untuk memiliki mobil, tanpa ada usaha dan kerja keras untuk memilikinya. Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang diketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaan sendiri,” terang Adib.

Pelatihan ini pun disambut baik MWC NU Weleri. Mereka berharap  peserta pelatihan bisa menjadi pelaku dan produsen konten yang bermanfaat sebagai sarana dakwah Islam yang ramah.

“Jangan selalu jadi obyek, tapi jadilah subyek. Jangan selalu jadi konsumen tapi produktif membuat konten kreator yang positif yang bernuansa dakwah mensyiarkan Islam ahlussunah wal jamaah an nahdliyah,” ujar Ahmad Fauzi berharap mewakili MWC NU Weleri. (red/sef)

Tags :
Kategori :

Terkait