Karyanya Sudah Menasional, Ingin Batang Go International

Kamis 13-10-2022,14:15 WIB

SEDIANYA, Wulan adalah seorang pendidik, profesi yang juga diharapkan orang tuanya. Lulus S1 Pendidikan Bahasa Unnes tahun 2009, pemilik brand Vellea ini juga sempat mengajar di Semarang sambil mengambil Magister Pendidikan di kampus yang sama.

Tapi apa mau dikata, fashion memang telah menjadi minatnya sejak kecil. "Dari kecil saya memang senang menggambar, ya ndesain ala anak-anak gitu. Bikin baju-baju untuk boneka kaya barbie. Nah, kebetulan di belakang rumah ada penjahit, jadi saya sering minta kain-kain sisa jahitan," tutur Wulan mengenang masa kecilnya.

Bahkan sebelum lulus, sekitar 2008, Wulan juga sebetulnya sudah mulai merintis usahanya berjualan baju di rumah butiknya. Usahanya terus ia tekuni sambil mengajar di Semarang.

"Dan titik baliknya itu di 2014, pas anak sakit, saya harus riwa riwi Batang-Semarang, itu cukup merepotkan. Ya akhirnya memutuskan berhenti mengajar dan menekuni usaha sambil merawat anak. Sesibuk apapun, sebagai ibu kan saya mesti mendampingi fase tumbuh kembang anak. Dan justru dari gambar menggambar desain inilah cara saya membangun kedekatan dengan anak, alhamdulillah," terangnya didampingi Kabid Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Ekraf Disparpora Batang, Nuni Trianingrum.

Kesungguhan pun membukakan jalan. Di tengah totalitasnya menekuni desain dan membuat produk, di tahun 2015 karyanya mulai ada yang menggunakan di sebuah event di Kota Pekalongan. Sejurus berikutnya, ia dihubungi Batik TV untuk diprofilkan. "Ini momen yang menentukan, ya serasa dipaksa keadaan bahwa saya harus punya brand sendiri. Akhirnya lahirlah nama Vellea, ini saya ambil dari akronim nama anak Verall-Ellea," ujar Wulan di rumah butiknya di Pesona Griya Blok A No 1 Batang.

Sejak itu nama Wulan Vellea mulai berkibar di Batang dan Pekalongan. Tidak lama ia membuat event show di Hotel Pesona, lalu diundang Ketua TP PKK Batang, Uni Kuslantasi, mengisi pelatihan di Perekonomian, Dinas Pariwisata, BKKBN, hingga rajin menjadi guru tamu dan uji kompetensi SMK Tata Busana.

"Saya juga dilibatkan sebagai juri ajang Duta Wisata Batang, dan alhamdulillah setiap ajang pemilihan duta wisata Vellea selalu menampilkan karya nya. Lalu didapuk juri juga untuk ajang tahunan Roban Fashion Week. Terakhir itu yang di Solo, saya dapat penghargaan dari komunitas desainer Solo," lanjutnya.

Di tengah kesibukan itu, Wulan juga tetap menekuni produksi brand-nya, Vellea. Produk homemade nya sudah dipasarkan ke Jakarta, Bandung, dan luar Jawa.

Tetapi capaian ini belum membuat Wulan puas. Sejak awal ia selalu ingin keahliannya ini memberi dampak luas bagi masyarakat. Itu sebabnya, ia juga membuka kelas di rumah, membantu siapapun yang minat belajar desain.

"Ya ini benar-benar sesuai harapanku yang ingin memberi mafaat, berbagi inspirasi, sampai memfasilitasi anak-anak lulusan SMK, bagaimana mereka tak berhenti setelah ikut pelatihan, tetapi sampai menghasilkan karya dan karyanya bisa dipamerkan. Pada tahap ini, saya merasa peran sebagai pendidik juga terwakilkan," aku Wulan yang juga aktif di Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Batang Bidang PSDM Subsektor Fashion.

Karya Wulan sendiri sudah pernah dipakai di event Duta Generasi Berencana (Genre) Nasional. Karena itulah, Wulan juga memiliki impian besar agar Batang bisa menjadi sentra fashion, misal lewat batiknya, agar bisa dikenal di kancah nasional dan bahkan internasional. Ia terpinspirasi dari gelaran Roban Fashion Week yang digelar virtual saat pandemi lalu, di mana antusiasme netizen cukup tinggi.

"Sejauh ini peran saya lebih banyak karena support system, bahwa saya difasilitasi dan diberi kesempatan. Maka kalau ditanya apa impian terbesar saya, ya as a designer tentu saja show. Saya ingin show sampai luar negeri, mengenalkan karya saya sekaligus Batang," pungkas perempuan kelahiran Sintang, Kalimantan Barat ini. (sef)

Tags :
Kategori :

Terkait