Kasus Kekerasan Seksual di Batang Naik

Jumat 16-12-2022,11:02 WIB

**Dari 10 Kasus jadi 14 Kasus

**Banyak Korban Belum Melapor

BATANG - Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupa (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mencatat kasus kekerasan seksual pada anak hingga Desember 2022 ini mengalami peningkatan signifikan. Total kejadian yang dilaporkan mencapai 14 kasus, naik dibanding tahun lalu yang hanya 10 kasus. Bahkan data riilnya diyakini lebih banyak lagi, mengingat banyak korban kekerasan yang tidak melapor.

DP3AP2KB Kabupaten Batang mencatat, pihaknya telah menangani 14 kasus. Tidak semua kasus mendapatkan penanganan. Selain itu juga tidak semua korban kekerasan berani melaporkan kasus tersebut.

"Seperti di ketahui, tahun ini ada kejadian luar biasa dilakukan oleh seorang guru agama. Pengajar di SMPN 1 Gringsing itu mencabuli dan memperkosa puluhan siswi di sana. Korbannya diperkirakan mencapai 23 orang, berdasarkan keterangan pelaku. Namun, tidak semuanya melaporkan diri," ujar Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, DP3AP2KB Kabupaten Batang, dr Utariyah Budiastuti.

Dikatakannya, dari kasus tersebut hanya sembilan orang yang mau melapor ke aparat Kepolisian. Sehingga DP3AP2KB hanya melakukan pendampingan terhadap korban yang melapor saja. Sementara sisanya tak mendapatkan pendampingan.

"Tahun ini ada 14 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Korban seluruhnya wanita. Sementara tahun 2021 ada 10 kasus. Enam perempuan dan empat laki-laki," imbuhnya.

Dia merinci, tahun ini ada satu kasus lagi kekerasan seksual terhadap pria dewasa. Sementara tahun sebelumnya ada empat kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dewasa yang ditanganinya.

Tak hanya kekerasa seksual, DP3AP2KB juga melakukan pengawalan terhadap kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tahun ini ada 16 kasus KDRT, sementara tahun sebelumnya 19 kasus.

Kekerasan seksual terparah tahun ini dialami bocah perempuan berusia 5 tahun. Ia diperkosa oleh seorang guru ngaji di kampungnya. Atas perbuatan pelaku, korban mengalami luka parah di bagian kelaminnya.

"Anak itu belum paham apa yang sedang terjadi pada dirinya. Tapi ibunya malah yang syok, tidak kepikiran kan akan terjadi peristiwa seperti itu," pungkasnya. (nov)

Tags :
Kategori :

Terkait