Pengurus Rumah Mualaf MUI Kota Pekalongan Dikukuhkan

Senin 11-12-2023,17:32 WIB
Reporter : Wahyu Hidayat
Editor : Wahyu Hidayat

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.DISWAY.ID - Pengurus Rumah Mualaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekalongan Masa Bhakti 2023‐2028 resmi dikukuhkan, Senin (11/12/2023).

Pengukuhan Rumah Mualaf MUI Kota Pekalongan ini dilaksanakan di Gedung MUI, Jalan Sriwijaya, Kota Pekalongan.

Dengan pengukuhan ini, maka Kota Pekalongan menjadi kota/kabupaten ke-24 di Jawa Tengah yang memiliki Rumah Mualaf di bawah naungan MUI.

Pengukuhan dipimpin oleh Ketua Mualaf Center MUI Jawa Tengah, Dr. KH. Anasom, M.Hum., mengatakan MUI Jateng saat ini terus berproses untuk membentuk Rumah Mualaf di setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Setelah pembentukan pengurus Rumah Mualaf MUI Kota Pekalongan, rencananya pada Kamis (14/12/2023) juga akan mengukuhkan Pengurus Rumah Mualaf MUI Kabupaten Pekalongan.

Dia menjelaskan bahwa pembentukan Rumah Mualaf ini sebagai wadah sekaligus pembinaan dan pendampingan untuk para mualaf. 

BACA JUGA:Ratusan Mualaf Dapat Pembinaan dari MUI Kendal

"Para mualaf ini kami wadahi melalui MUI. Menyatu, kita tangani secara bersama-sama," kata Anasom.

Dia mengungkapkan bahwa berdasar hasil survei, banyak masyarakat yang tertarik dengan Islam. Banyak pula dari mereka yang telah masuk Islam. 

"Tetapi tidak ada yang diajak untuk berkomunikasi, pembinanya tidak ada. Nah kita sebenarnya dalam rangka itu. Supaya mereka itu punya teman, ketika mau bertanya dan sebagainya, kita temani," imbuh Anasom.

Wakil Wali Kota Pekalongan yang juga salah satu Pembina Rumah Mualaf MUI Kota Pekalongan, H Salahudin, menyampaikan dengan adanya Rumah Mualaf, maka para mualaf akan lebih mudah beradaptasi serta memperdalam lagi untuk belajar tentang Islam.

"Kita berharap rumah mualaf ini jadi surga bagi para mualaf karena mereka nanti diajarkan bahwa rumahku adalah surgaku, ketika mereka masuk ke Rumah Mualaf, mereka diberikan kemudahan," katanya. 

BACA JUGA:Gelar Sholawat Kebangsaan, Dandim Pekalongan: Ekonomi, Agama, dan Keamanan Tak Dapat Dipisahkan

BACA JUGA:MUI Ingatkan Pentingnya Sanad Ilmu dalam Memilih Ponpes

"Memang ada perbedaan di kalangan umat Islam dan ini harus dijelaskan oleh pengurus sehingga (para mualaf) tidak bingung," imbuh Salahudin.

Kategori :