Cara Berucap yang Baik pada Anak, Begini Tips Parenting menurut dr Aisah Dahlan

Kamis 01-02-2024,05:00 WIB
Reporter : Aisyah Auliyaunnisa
Editor : Wahyu Hidayat

Maka perlu sikap bijak dari orang tua. Agar tetap dapat berpikir jernih dan bersikap bijak, orang tua perlu menenangkan dirinya, mengontrol emosinya.

Cobalah beristighfar untuk mengontrol emosi diri agar jangan sampai terlontar perkatan atau perbuatan yang negatif kepada anak.

2. Menjaga Lisan

Menjaga lisan disini adalah menjaga dalam berucap kepada anak. Jangan sampai melabeli atau menggunkan konotasi negatif pada anak, karena layak doa yang bisa terjadi.

Dokter Aisah menjelaskan, “Dari otak keluar sistem saraf yang menuju ke tubuh baik kanan maupun kiri yang diterima lewat otak kanan mengalir ke bagian kiri badan dan yang diterima otak kiri ke bagian kanan,” kata dr. Aisah menjelaskan.

BACA JUGA:Merasa Belum Cukup Baik sebagai Orang Tua? Ini Tips Parenting dr Aisah Dahlan untuk jadi Orang Tua yang Bijak

BACA JUGA:Menjadi Orang Tua yang Ikhlas, Tips Parenting dr Aisah Dahlan Cara Mendidik Anak jadi Lebih Mudah dan Bijak

3. Menjadi Contoh

Setelah nasehat atau arahan dikomunikasikan lewat lisan, mengarahkan anak tidak hanya sampai disitu. Tapi orang tua juga perlu melakukan atau mengamalkannya sebagai contoh yang baik.

Dokter Aisah mencontohkan misal saat anak sedang pegang gadget sementara waktu shalat sudah masuk, orang tua harus berhati-hati memberikan ucapan.

Jangan menggunakan konotasi negatif seperti  “kamu ini ya kalau disuruh shalat susah banget” nanti lama-lama anak itu kalau disuruh akan susah.

Tapi gantilah bentuk nasehat dengan ajakan,  “Sholat yuk nak, Sholat ashar yuk nak." kata dr Aisah.

Jadi nasehat akan lebih kuat dan mengena pada anak akrena lewat dua jalan yaitu lisan, dan perbuatan karena mencontohkan langsung.

4. Perhatikan Mata Anak

Dokter Aisah Dahlan juga menjelaskan kalau perlu mata anak juga diperhatikan. Seperti tanda bahwa yang disampikan adalah hal serius.

Dalam menatap anak pun ada caranya dan perbedaannya. Salah satu beda cara menatap anak laki-laki dan perempuan, pada anak laki-laki justru orang tua tidak perlu menatap terlalu lama, cukup sesekali namun tetap harus ada eye contact dengan anak.

Kategori :