Proses pembukaan lahan baru itu berjalan cukup singkat, Syekh Jenawi menamai dukuh barunya itu dengan nama dukuh Budaran.
BACA JUGA:Baca Ini Auto Jadi Wali! Inilah Amalan Menjadi Wali Qutub dari Abah Guru Sekumpul
Namun tak lama setelah membuka dukuh Budaran itu, Syekh Jenawi meninggal dunia dengan usia yang masih cukup muda.
Beliau meninggal karena wabah yang beliau bawa dari dukuh Cokra, Syekh Jenawi ternyata selama ini menyembunyikan penyakitnya tersebut.
Syekh Kyai Jenawi kemudian dimakamkan di dukuh Budaran yang sampai saat ini masih dijaga dan dirawat dengan baik oleh masyarakat.
Saat ini makam pendiri dukuh Budaran yang memiliki banyak karomah itu bersebelahan dengan makam istrinya, istri Syekh Jenawi meninggal tak lama setelah wafatnya Syekh Jenawi.
Itulah cerita tentang pendiri dukuh Budaran yang memiliki banyak karomah.(*)