Telat Dosis 2, Drop Out Vaksin

Selasa 09-08-2022,13:40 WIB

*Booster Kedua Nakes Dimulai

KAJEN - Sejumlah warga di Kabupaten Pekalongan alami drop out (DO) vaksin Covid-19. Mereka di-DO lantaran telat melakukan vaksin dosis keduanya.

Pasalnya, setelah vaksin dosis 1, warga tersebut lebih dari enam bulan tidak melakukan vaksin dosis kedua. Akibatnya, vaksin dosis pertama dianggap belum dilakukan. Sehingga vaksinasinya dimulai dari nol lagi.

"Sebetulnya bukan kita yang mengenolkan tapi aplikasinya yang tidak masuk datanya. Di aplikasi itu sudah ada jadwal, misal mister A divaksin hari ini maka tiga minggu kemudian atau satu bulan kemudian itu masuk ke dosis 2. Kalau lebih dari enam bulan tidak bisa masuk ke aplikasi. Statusnya nol lagi. Kategorinya DO (drop out)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, kemarin.

Ia menyebut di Kabupaten Pekalongan ada warga masuk DO vaksin. Namun jumlahnya tidak banyak. Hanya sedikit.

"Di Kabupaten Pekalongan tidak banyak warga yang kena DO vaksin. Karena masyarakat sudah berdisiplin sesuai jadwal yang ada. Tetapi ada juga yang memang karena kesempatannya kemudian lupa tidak mengikuti dosis kedua. Ada juga yang begitu. Untuk datanya ndak bisa lihat kita. Tapi ada yang seperti itu. Sebagian kecil lah dari masyarakat kita," katanya.

Disinggung capaian vaksinasi, Wawan mengatakan secara umum capaiannya sudah bagus. Namun untuk sasaran lansia masih ada kesulitan untuk mengejar target yang ada.

"Capaian vaksinasi bagus. Dari dosis 1, 2, dan 3, terutama yang umum bagus. Untuk lansia ndak tahu kenapa susah untuk mengejarnya," ungkapnya.

Disebutkan, capaian vaksinasi dosis 1 mencapai 87,35 persen. Capaian dosis kedua 73,57 persen. Untuk capaian dosis ketiga atau booster pertama baru 15,87 persen. Atau baru sekitar 118.857 warga sudah lakukan booster, dari jumlah sasarab 747 ribu.

Masih rendahnya capaian dosis ketiga, kata Wawan, karena tenggat waktunya cukup lama. Sehingga warga banyak yang lupa atau enggan untuk vaksin dosis ketiga.

"Dosis ketiga ada tenggat waktunya minimal enam bulan menuju dosis ketiga dari vaksin dosis kedua. Sehingga ada tenggat waktu setengah tahun. Ini yang membuat kita harus ngoyak-ngoyak. Kecuali yang sadar betul kemudian datang untuk booster," tandasnya.

Sementara itu, untuk booster kedua baru dilakukan untuk sumber daya manusia kesehatan. Sambil konsentrasi bulan imunisasi anak, para nakes juga menjalani vaksin booster kedua.

Salah satu warga yang alami DO vaksin ialah Busaeri alias Abas, warga Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar. Ia sudah disuntik vaksin dosis pertama.

Namun karena kondisi kesehatannya lemah, ia tak memenuhi jadwal untuk suntikan dosis keduanya. Baru setahun kemudian, Busaeri akan melakukan vaksinasi dosis kedua. Namun ternyata datanya sudah tidak ada.

"Jaraknya sudah hampir satu tahun. Kata petugasnya harus disuntik vaksin dari awal lagi," katanya. (had)

Tags :
Kategori :

Terkait