Jangan Langgar Ilmu Kuno Ini Agar Padi Kalian Tetap Subur, Bebas Hama dan Panen Joss!

Senin 03-02-2025,18:24 WIB
Reporter : Yanuar Faturahman
Editor : Dony Widyo

Periode tersebut biasanya terjadi pada tanggal 23 hingga akhir bulan Jawa. Dengan memilih tanggal tanam ini, siklus hidup hama penggerek batang dapat dihindari, sehingga padi terhindar dari serangan sundep atau beluk.

Untuk menentukan waktu semai benih, kalian perlu menghitung mundur 20 hari dari tanggal tandur yang telah dipilih.

Misalnya, jika kalian berencana menanam padi pada tanggal 25 Jawa, maka waktu penyemaian benih sebaiknya dilakukan pada tanggal 5 Jawa.

BACA JUGA:Paling Istimewa! Inilah 9 Weton Raja Kaya Raya Pemilik Rezeki Tertinggi Menurut Primbon Jawa

BACA JUGA:PANEN DUIT GEDE! 7 Weton Ini Akan Dapat Rezeki Besar dalam Waktu Dekat Menurut Primbon Jawa

Mengapa Bulan Mati Petangan Sore Penting?

Serangan hama penggerek batang padi biasanya terjadi sekitar bulan purnama, yakni pada tanggal 15 Jawa.

Lima hari sebelum dan lima hari setelah bulan purnama adalah periode paling rawan bagi tanaman padi.

Jika padi ditanam terlalu dekat dengan tanggal ini, tanaman muda akan lebih rentan terhadap serangan hama.

Sebaliknya, menanam setelah bulan purnama dapat mengurangi risiko serangan karena hama tidak memiliki waktu yang ideal untuk berkembang biak.

BACA JUGA:Rahasia Primbon Jawa: 5 Benda Pembawa Rezeki yang Wajib Dimiliki Umat Muslim

BACA JUGA:Mbonggol Duit! Inilah 8 Weton yang Akan Berjaya di Tahun 2025 Menurut Primbon Jawa

Dampak Salah Menentukan Tanggal Tanam

Banyak petani yang pernah mengalami kejadian ini, yakni dua petak sawah bersebelahan, tetapi hanya salah satunya yang terserang hama beluk.

Hal tersebut bisa jadi karena perbedaan tanggal tanam. Jika salah memilih tanggal, padi bisa terkena sundep pada fase vegetatif, di mana daun muda akan terlihat menggulung.

Sedangkan pada fase generatif, tanaman yang terkena beluk akan memiliki malai yang kosong atau hampa, sehingga hasil panen menurun drastis.

Kategori :