*Sudah Tahunan, Sering Picu Laka
BATANG - Jalur Pantura Alas Roban masih menjadi momok menakutkan bagi para pengguna jalan raya. Selain masih kental dengan kisah mistis, jalur ini juga diketahui sering memakan korban jiwa.
Tak sedikit kecelakaan lalu lintas terjadi di medan yang terdapat tanjakan dan tikungan ini. Terlebih, jika tiba malam hari, jalur ini terlihat gelap gulita. Kondisi ini sudah berlangsung lama.
Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang, Murdiono. Ia menyayangkannya gelapnya jalan nasional tersebut. Menurutnya, Dishub telah berkirim surat pada pemerintah pusat sebanyak dua kali, namun tidak membuahkan hasil.
Jalan nasional sepanjang 6 kilometer itu masih gelap gulita, akibatnya kecelakaan sering terjadi. Terakhir, bus rombongan peziarah Walisongo menabrak median jalan dan terguling di sana, Minggu (7/11/2021) sekitar pukul 3.30 WIB.
Sang sopir tidak melihat jalan menikung karena kondisi gelap. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. "Itu wilayahnya pusat, sejak dulu saya sudah membuat surat ke kementerian karena jalan nasional milik pusat. Belum ada tindak lanjut dari pusat, saya sudah dua kali kirim surat tahun ini," ujar Murdiono, Selasa (9/11/2021).
Kondisi ini menjadi dilema, situasi pandemi membuat Pemkab Batang tidak bisa menganggarkan Penerangan Jalan Umum (PJU). Namun demikian, kata dia, Dishub Batang akan mengusahakan adanya penerangan. Terpaksa menganggarkan melalui APBD.
"Daerah sendiri karena masih situasi pandemi tidak ada anggaran. Mudah-mudahan di tahun 2022 atau akhir tahun ini coba kami anggarkan. Terpaksa dianggarkan sendiri melalui APBD, harusnya kewenangan dari pusat," tegasnya.
Pihaknya akan memasang tiga hingga lima PJU. Penerangan sementara difokuskan pada area lokasi kejadian kecelakaan bus peziarah. Lokasinya dianggap rawan kecelakaan.
"Penerangan dan rambu lalulintas di pertigaan Pantura Surodadi, Kecamatan Gringsing masih dipersiapkan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan yang kantornya di Solo," tandasnya. (fel)