iklan banner Honda atas

Batang jadi Sentra Bibit Bawang Putih Nasional

Batang jadi Sentra Bibit Bawang Putih Nasional

 

BATANG - Sejarah suksesnya budidaya bawang putih di Kabupaten Batang, ternyata mendapat perhatian dari Kementrian Pertanian RI. Untuk itulah, pihak kementrian akan menjadikan Batang sebagai salah satu daerah centra bawang putih. Apalagi dari hasil ujicoba yang dilakukan, ternyata hasil panen yang didapatkan melebihi dari target nasional.

 

 

Bupati bersama istri dan juga Dandim serta Kepala Dinas Pertanian saat melakukan panen bawang putih di Desa Gunungsari, Kecamatan Batang, Rabu (17/7/2019)

"Memang ada sejarah sukses tentang Bawang putih, untuk mengulang sukses Kabupaten Batang diproyeksikan Kementerian Pertanian menjadi centra bawang putih," ujar Bupati Batang Wihaji saat melakukan panen perdana bawang putih bersama Dandim O736 Batang Letkol Kav. Henry Napitupulu, di Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Rabu (17/7/2019).

 

Bupati Wihaji menjelaskan, dengan keberhasilan masyarakat tanam bawang, maka Kabupaten Batang bisa andil dalam menjaga ketahanan pangan nasional yang selama ini kebutuhannya selalu mengimpor. Selain itu, Batang juga diharapkan dapat menjadi penangkar produsen bibit benih.

 

"Bawang putih sebagai alternatif petani selain menanam padi dengan hasil yang lebih baik, khususnya di dataran tinggi. Oleh karena itu, dengan banyak petani yang menanam, otomatis dapat mengurangi impor. Apalagi hasil panen bawang putih di Batang melebihi target nasional, disini 1 hektar lahan sekali panen bisa menghasilkan 6,8 ton, sedangkan targetnya hanya 6 ton saja," jelas Bupati Wihaji.

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batang, Migayani Tamrin menambahkan, di wilayah Batang memulai menanam bawang putih tahun 2018 dengan luasan 94 hekatar, dan tahun 2019 sekitar 300 hektar.

 

"Batang memang menjadi pusat penyedia benih yang di 2019 ditargetkan oleh Kementraian, sedangkan lahan yang dikembangkan sendiri melalaui pendanaan APBN ada sekitar 275 hektar, dan yang dari kemitraan seluas 84 hektar dengan varietas lumbu ijo dan lumbu," jelas Migayani.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: