iklan banner Honda atas

Batang jadi Sentra Bibit Bawang Putih Nasional

Batang jadi Sentra Bibit Bawang Putih Nasional

 

Migayani Tamrin membeberkan, khusus Kabupaten Batang memang dikhususkan untuk pembibitan bukan untuk konsumsi. Sedangkan untuk harga jual bawang putih sendiri, basah untuk bibit 1 kg Rp 10.000, kalau bawang putih kering satu bulan dihargai Rp 35 ribu adapun yang siap bibit Rp 50 ribu.

 

Ditjen holtikultura melalui Kasubit tanaman Obat, Kementrian Pertanian, Wiwi Sutiwi mengapresiai Pemkab Batang yang serius dalam budidaya melalui program pengembangan bawang putih.

 

"Di Tahun 1990 bawang putih di Indoensia berjaya dengan 20.000 ha, namun dengan berjalanya waktu menurun 2000 ha, bahkan kita akhirnya impor hampir 600 ton pertahun," kata Wiwit Sutiwi

 

Oleh karena itu, di harapkan di tahun 2021 Indonwsia bisa swasembada pangan bawang putih, karena sejak tahun 2017 dari Kementrian Pertanian terus mengembangkan kawasan dengan pemberian bibit secara gratis.

 

"Kita mulai benahi benihnya dan kita sebarkan ke patani, dan Batang kita fokuskan untuk pengembangan benihnya dulu, dengan harapan 2021 sudah swasembada pangan, karena sejak 2017 sudah kita kembangkan 1500 ha, 2018 sebanyak 5500 ha dan 2019 ada 10.000," jelas Wiwit.

 

Sementara Petani bawang putih Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Saat mengatakan, bahwa menanam bawang putih lebih untung serta menjanjikan dari pada menanam padi.

 

"Saya memiliki luasan 2000 meter persegi yang ditanamai bawang putih, dalam satu kali panen bisa untung bersih Rp 2 juta yang satu tahun dua kali tanam," tandasnya. (red)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: