Abrasi Hingga 150 Meter, Pemkab Batang Gencarkan Penghijauan Tepi Pantai
PENGHIJAUAN - Pemkab Batang menggelar penanaman Mangrove, Rabu (26/7/2023) di Pantai Sigandu-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati -
BATANG, RADAR PEKALONGAN - Laju Abrasi di Kabupaten mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, laju abrasi dari 2015 hingga ke sini meningkat hingga 150 meter.
Oleh karena, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia, Pemkab Batang menggelar penanaman Mangrove, Rabu (26/7/2023) di Pantai Sigandu. Lewat bantuan CSR dari PLN Peduli, ada sekitar 15 Ribu bibit pohon mangrove dan 8 Ribu bibit Cemara Laut yang akan ditanam di pinggir Pantai Batang.
"Hari ini ada penanaman pohon mangrove pohon dari bantuan CSR PLN UIP bagian Jawa Tengah. Penanaman ini untuk menjaga lingkungan hidup di Batang. Agar abrasi tidak semakin meninggi, serta untuk mengendalikan emisi karbon dioksida," ujarnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Batang, A Handi Hakim menyebut Pemkab sudah melakukan berbagai cara untuk mengendalikan abrasi. Hingga saat ini menurut data dari DLH, abrasi wilayah yang paling terdampak ada di daerah Pantai Sicepit.
"Laju abrasi yang ada di wilayah kita yang paling terasa di wilayah Pantai Sicepit. Itu yang paling terdampak. Kalau sore itu air sampai mengenai tambak-tambak warga. Tapi itu belum diketahui dampak dari pembangunan tanggul di Pekalongan atau bukan. Yang jelas memang terjadi kenaikan rob di wilayah Jawa," jelas Handi.
Dijelaskannya, abrasi sudah semakin dirasakan lima sampai tujuh tahun terakhir. Dimana banyak tanah yang berada di sekitar Safari Beach Jateng, terdampak dan menghilang. Padahal banyak yang sudah berstatus Status Hak Milik (SHM).
"Sekarang sudah kurang lebih 150 meter, makanya kalau tidak segera ada upaya-upaya, akan segera terdampak di lingkungan pantai," pungkasnya. (Nov)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
