Petugas Damkar Digigit Ular Sanca, Jalani Operasi di RSUD Kajen
Petugas Damkar Kabupaten Pekalongan yang digigit ular dapat perawatan di RSUD Kajen dan kondisinya membaik.-Hadi Waluyo-
"Hari ini saja tadi ada tiga evakuasi ular. Di Polsek Kajen, SMA PGRI, dan di Perumahan Pesona Griya Karanganyar," terang dia.
Di Polsek Kajen, dilaporkan ada tiga ular sanca. Satu induk dan dua anaknya. Namun, ketiga ular cobra ini belum berhasil dievakuasi lantaran masuk gorong-gorong.
"Di SMA PGRI juga ular cobra dan berhasil ditangkap. Di Karanganyar juga belum berhasil ditangkap," kata dia.
Diakuinya, dalam beberapa hari ini, terutama di musim penghujan, permintaan untuk mengevakuasi ular meningkat.
Rata-rata permintaan evakuasi ular justru dari perumahan dan rumah-rumah yang dekat kebun.
"Ularnya macam-macam, ada ular koros, sanca, cobra, dan welang," ujar dia.
Ia mengatakan, proses evakuasi ular dan sarang tawon oleh Damkar Kabupaten Pekalongan adalah gratis.
"Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang bebas pungutan," tandasnya.
Sementara itu, Humas RSUD Kajen, Hanung, mengatakan, petugas Damkar berinisial H (45), warga Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, masuk ke RSUD Kajen karena gigitan ular sekitar pukul 09.00 WIB.
"Pasien adalah seorang pemadam kebakaran, kejadian terjadi saat pasien sedang menangkap ular dan tergigit di pergelangan tangan bawah. Ular panjang sekitar 7 meter, diameter sekepalan tangan dewasa. Diduga ular phyton," terang dia.
Tampak luka gigitan dan robek sekitar 17 titik di lengan kanan bawah. Bengkak hingga pertengahan lengan bawah.
"Jam 15.00 WIB, pasien sudah keluar dari kamar operasi dan masuk ke bangsal rawat inap," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
