iklan banner Honda atas

Bulan Dana PMI Target Himpun Rp600 Juta

Bulan Dana PMI Target Himpun Rp600 Juta

KOTA - Bulan Dana PMI Tahun 2022 menargetkan dapat menghimpun dana dari masyarakat sebesar Rp600 juta. Kondisi pandemi yang sudah berangsur pulih, diyakini dapat mendorong tercapainya target Bulan Dana PMI tahun ini.

"Mengacu galang dana tahun lalu diestimasikan Rp500 juta namun realisasinya Rp400 juta karena masih pandemi. Tahun ini bisa dikatakan sudah normal pasca pandemi sehingga targetnya kurang lebih Rp600 juta," tutur Ketua DPRD Kota Pekalongan yang juga Ketua Bulan Dana PMI Tahun 2022, M Azmi Basyir dalam kegiatan pencanangan Bulan Dana PMI Tahun 2022 di Ruang Jlamprang Setda Kota Pekalongan, Rabu (12/10/2022).

Azmi mengatakan, pihaknya akan menggali potensi pendapatan mulai dari jajaran OPD di lingkungan Pemkot Pekalongan, perbankan, sektor usaha maupun bidang lain. Salah satu potensi terbesar yang kembali akan dimaksimalkan yakni penghimpunan dana dari sektor pendidikan karena melibatkan siswa sekolah.

"Hari ini launching kemudian membuka sumbangan spontanitas. Nantinya akan dilakukan door to door ke para pengusaha dan OPD. Kendati demikian dalam pelaksanaannya di lapangan akan dijelaskan apa itu bulan dana PMI serta peruntukannya sehingga mereka menyumbang dengan hati yang ikhlas atau tidak terpaksa," tambahnya.

Azmi berharap masyarakat sadar keberadaan PMI itu penting untuk mensupport tugas kemanusiaan khususnya di Kota Pekalongan. "Tugas PMI tak terbatas, bukan sekadar donor darah tetapi juga ada saat bencana dan lainnya," katanya.

Sementara Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunai mengajak masyarakat Kota Pekalongan untuk menyukseskan Bulan Dana PMI Tahun 2022 dengan memberikan sumbangan untuk kemanusiaan.

Wali Kota Aaf, sapaan akrabnya, menceritakan bahwa dirinya pernah menjadi Ketua Bulan Dana PMI tahun 2019. Awalnya Aaf berpikir bahwa tugas PMI hanyalah mengambil dan menyalurkan darah. Ternyata salah, tugas PMI sangatlah banyak, bahkan PMI haruslah memiliki banyak peralatan kesehatan yang lengkap, butuh dana yang tidak sedikit.

"Sebut saja usai mengambil darah, darah tak langsung saja digunakan tetapi oleh PMI dicek apakah terkena TBC atau HIV. Peralatan yang dibutuhkan banyak. Bahkan untuk tugas kemanusian, ketika terjadi bencana longsor, rob, banjir, dan sebagainya PMI selalu hadir memberikan pertolongan pertama," terang Aaf.

Aaf mengajak masyarakat tak sekadar menyumbangkan harta tetapi juga darahnya. Setiap orang ketika donor hanya diambil satu kantong tetapi ketika seseorang membutuhkan darah bisa 4-5 kantong. Menurutnya, tanggung jawab PMI begitu besar, memastikan agar tak kehabisan stok darah.(nul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: