iklan banner Honda atas

Tenggelam Lima Hari, Penyelam Pembersih Kapal Ditemukan Meninggal

Tenggelam Lima Hari, Penyelam Pembersih Kapal Ditemukan Meninggal

KOTA - Seorang penyelam atau pekerja pembersih kapal yang tenggelam di Sungai Loji, Krapyak, Pekalongan Utara pada Rabu (14/9/2022) lalu, akhirnya ditemukan. Korban, Dian (32), warga Kandang Panjang gang 1C Pekalongan Utara, itu ditemukan meninggal dunia pada Minggu (18/9/2022) pagi.

Komandan Kapal Polisi KP IX-1015 Dit PolAirud Polda Jateng, Aipda Wahyoe Tri P, membenarkan informasi tersebut. Dia menyampaikan bahwa jasad korban telah ditemukan pada Minggu pagi pada pukul 06.10 WIB.

Dijelaskan Wahyoe bahwa jasad korban pertama kali diketahui oleh seorang saksi, berlokasi tidak jauh dari TKP, kira-kira sekitar 50 meter ke arah utara. "Selanjutnya Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pada pukul 07.00 wib, dan korban selanjutnya dibawa ke RSUD Bendan Kota Pekalongan," katanya.

Adapun kronologi penemuan jasad korban, dijelaskan Wahyoe bahwa saksi saat itu melihat korban timbul ke permukaan setelah kapal perikanan KM Sumber Berkat A masuk ke pelabuhan Kota Pekalongan untuk sandar dekat TKP.

"Diduga larena kipas kapal yang besar dan kapal maju mundur, kipas kapal berputar sangat kencang, sehingga korban yang berada di dasar kemudian timbul ke permukaan, selanjutnya dilaporkan kepada petugas PolAirud dan tim SAR gabungan," bebernya.

Dengan telah ditemukannya jasad korban, maka operasi SAR gabungan yang telah dilakukan selama lima hari dinyatakan berakhir.

Diberitakan sebelumnya, seorang pekerja pembersih kapal dilaporkan tenggelam di Sungai Loji, Kelurahan Krapyak Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, tepatnya di sekitar lokasi bersandarnya kapal-kapal nelayan, tak jauh dari SPBU Krapyak, Rabu (14/9/2022) siang.

Korban bernama Dian (32), jenis kelamin laki-laki, warga Kandang Panjang gang 1C Pekalongan Utara. Adapun ciri-cirinya diantaranya berkulit hitam, rambut panjang, badan agak gemuk, memakai sweater merah dan celana pendek hitam.

Kejadian berawal ketika sekitar pukul 11.00 WIB korban bersama dua rekannya melakukan pekerjaan rutin yakni menyelam untuk membersihkan tritip pada lambung kapal dan kipas pada bagian bawah belakang kapal KM Setia Bhakti A. Namun, setelah beberapa saat, korban tak kunjung naik ke permukaan. Sedangkan dua rekannya sudah naik.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi melalui Kasat Polair AKP Nyoman Herwanto menjelaskan, saat itu yang menyelam adalah satu tim, berjumlah tiga orang, termasuk korban.

"Korban menyelam untuk perbaiki kipas kapal. Satu tim ada tiga orang. Yang dua bisa naik, yang satu (korban, red) setelah setengah jam ditunggu-tunggu tidak naik. Makanya dikasih kode, ditarik, karena untuk menyelam itu pakainya kompresor. Kompresor itu ditarik ke atas, orangnya ternyara tidak ikut naik, yang naik hanya selang kompresornya saja," katanya.

Dijelaskan AKP Nyoman bahwa korban sedang melakukan pekerjaan rutinnya menyelam untuk membersihkan bagian bawah kapal, sebelum kapal tersebut berangkat berlayar atau melaut untuk menangkap ikan. (way)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: