iklan banner Honda atas

Covid 'Netes' di 19 Kecamatan

Covid 'Netes' di 19 Kecamatan

*Lima Warga Meninggal, 1 Di antaranya Remaja

KAJEN - Kasus Covid-19 akhirnya 'netes' di 19 kecamatan. Artinya dari 722 kasus aktif Covid telah ditemukan di semua kecamatan di Kota Santri.

Tren harian kasusnya pun masih cukup tinggi. Dari ratusan kasus, lima orang meninggal dunia. Bahkan salah satu yang meninggal masih anak berusia 14 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, kemarin sore, mengatakan, pada Senin (21/2/2022) kemarin tren harian kasus mulai menurun. Sebelumnya, kasus harian cukup tinggi.

"Per hari ini penambahan kasusnya mulai turun. Hari ini ada tambahan 47 kasus. Sebelumnya tambahannya ada 88 kasus. Jadi per hari ini tren hariannya mulai turun. Semoga kedepan tidak ada penambahan kasus baru lagi," terang dia.

Dari jumlah itu, 6 orang dirawat di rumah sakit, dan 32 orang isolasi mandiri. Tingkat kesembuhan pun meningkat. "Yang sembuh kemarin 20, hari ini 39. Jadi tingkat kesembuhannya meningkat," ujar dia.

Wawan menekankan perlunya mewaspadai penyebaran kasus Covid di Kabupaten Pekalongan. Pasalnya, di semua kecamatan sudah ada yang terpapar virus Corona.

"Sekarang sudah semua kecamatan ada kasus. Ini pecah telurnya di situ," ungkap dia.

Angka kasus harian juga masih tinggi. Meskipun angka kasus kemarin sudah mulai turun. "Angka kasus dalam beberapa hari terakhir ini meningkat. Walaupun hari ini menurun dibandingkan beberapa hari kemarin," katanya.

Disebutkan, kasus aktif Covid di Kabupaten Pekalongan ada 722. Yang sembuh ada 150. "Yang meninggal termasuk yang hari ini itu ada lima," tandas dia.

Kasus kematian, lanjut dia, tidak hanya terjadi pada manula. Ada satu anak remaja berusia 14 tahun juga meninggal akibat Covid. Memang anak itu juga memiliki komorbid berupa penyakit jantung.

"Yang usia 14 tahun pun ada yang meninggal. Jadi kita harus waspada dan hati-hati. Jadi kasus ini tak pandang usia. Usia remaja pun bisa kena, maka kita harus waspada dan hati-hati. Jaga protokol kesehatan," ujar Wawan.

Untuk tren kasus harian, kata dia, dua hari lalu ada penambahan 88 kasus dalam sehari. Tren harian kemarin turun ada 47 kasus. "Saya yakin besok kasus hariannya akan turun lagi. Ini akan kita kejar terus," tandasnya.

Klaster yang ditemukan di Kabupaten Pekalongan saat ini adalah klaster rumah tangga. Belum ditemukan adanya klaster perkantoran. Dua klaster sekolah yang sempat ada kemarin juga sudah selesai.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: