PPKM Kota Santri Naik Lagi, Dari Level 2 Naik jadi Level 3
Stok Vaksin Langka, Cakupan Vaksinasi Tak Tercapai
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa Bali selama 4-18 Oktober 2021. Akibat cakupan vaksinasi Covid-19 belum mencapai 50%, Kabupaten Pekalongan statusnya naik dari level dua ke level tiga.
Pj Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso, dihubungi Selasa (5/10/2021) siang, mengatakan, faktor penyebab utama Kabupaten Pekalongan naik ke level 3 karena ada indikator cakupan vaksinasi masih di bawah 50%. Cakupan vaksinasi seharusnya 50% ke atas untuk tetap bertahan di level 2.
"Cakupan vaksinasi belum sampai 50 persen karena jatah vaksin kita sedikit. Sebetulnya bukan kesalahan kita di Pekalongan tapi memang jatah vaksin masih segitu," terang dia.
Untuk mengenjot cakupan vaksinasi, pemkab akan berburu vaksin, sekaligus menyerbu masyarakat untuk bisa divaksin. "Kuncinya sebetulnya kalau kita dibagi vaksin ya langsung habiskan. Ndilalah yang dibagi ke kita masih terbatas," kata dia.
Untuk bisa mendapatkan stok vaksin yang mencukupi, lanjut dia, pemda akan berburu vaksin. Baik melaui jalur pemda, jalur TNI, dan Polri. "Nanti bersama Forkompinda, Pak Dandim, dan Pak Kapolres, akan berupaya mendorong vaksin ke Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Disebutkan, cakupan vaksinasi di Kabupaten Pekalongan baru 30 persen lebih. Masih ada sekitar 100 ribuan orang yang harus divaksin untuk bisa aman di level 2. Jika ingin aman di level 1, kata dia, harus 75% tervaksin.
"Indikator lainnya seperti swab aman. Kita sudah lebih. Tracing, testing, dan treatmentnya kita bagus. BOR rumah sakit kita juga rendah, bahkan nol," ujar dia.
Disinggung apakah akan ada perubahan kebijakan dengan naik ke level 3, Pj Sekda menyatakan, kebijakan akan disesukan dengan Inmendagri, Ingub, dan Inbup. "Karena begitu level 3 pasti dari sisi waktu buka toko yang biasanya sampai malam, kita menyesuaikan jam 21.00 WIB.
Kemudian, sekolah masih ndak masalah karena belum ada separo yang masuk," kata dia.
Indikator lain seperti 3T akan terus dilakukan. Penyekatan-penyekatan akan dilakukan, dan night light akan dikurangi. "Biar kita cepet ke level 2 lagi," tandasnya.
Ia mengimbau agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan. Jika ingin level turun ke level 2, mau tidak mau dari sisi prokes harus ditingkatkan. Baik memakai masker, menjaga jarak, mencegah kerumunan, dan mengurangi mobilitas itu harus dilaksanakan.
Sementara itu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, mengatakan, status PPKM naik ke level 3 bukan karena kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan meningkat. Penilaiannya itu dari jumlah orang yang harus divaksin. Padahal, ketersediaan vaksin kurang. Bupati sendiri bahkan mengaku berusaha keras mencari vaksin, agar ketersediaan vaksin di Kota Santri mencukupi.
"Naiknya level ini bukan karena banyaknya orang yang kena Covid, melainkan karena jumlah orang yang divaksin. Sedangkan vaksin langka dan susah. Kami sudah cari ke mana-mana. Sampai telpon ke Jakarta dan ke mana-mana. Langkah kami nanti akan segera serbu kecamatan untuk vaksin. Intinya akan percepatan vaksinasi," kata Bupati.
Dikatakan, dengan status naik ke level 3 akan ada penyesuaian kebijakan, karena ada aturan dari pusat yang harus dipatuhi. "Pasti pengaruh (di kebijakan). Karena ada aturan dari pusat yang harus kita ikuti. PTM kalau ditunda sih enggak. Karena ini bukan karena tingginya kasus. Ini karena cakupan vaksinasi. Padahal masyakarat sudah mau divaksin. Tetapi vaksinasi langka. Itu permasalahannya. Jadi kalau PTM ditunda sih enggak, paling ada pembatasan saja," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
