Tradisi Bedah Bendung Gembiro Ditiadakan
**Pemda Lakukan Pengeringan Irigasi
KAJEN - Tiga tahun berturut-turut tradisi bedah Bendung Gembiro di Kabupaten Pekalongan ditiadakan. Untuk tahun 2021 ini alasannya sama dengan tahun 2020, yakni masih pandemi Covid-19.
Kabid PSDA, DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan, Edi Setiawan, Senin (4/10/2021), mengatakan, sesuai jadwal saat ini sudah masuk ke masa pengeringan. Dari tanggal 1 - 15 Okktober, semua saluran teknis ada pengeringan. Untuk saluran non teknis, pengeringan dari tanggal 16 Oktober sampai akhir Oktober 2021.
"Ini kesempatan kita lakukan pemeliharaan dan normalisasi sedimen," ungkap dia.
Khusus untuk Bendung Gembiro, lanjut dia, di Kabupaten Pekalongan ada tradisi bedah bendungan dengan pesta rakyat. Dengan pertimbangan masih dalam masa pandemi Covid-19, pemda tidak berani menyelenggarakan kegiatan yang sifatnya seremoni bedahan Bendung Gembiro itu.
"Sehingga tahun 2021 ini kita dari pemda mohon maaf tidak ada kegiatan tradisi bedahan Bendung Gembiro. Ini tahun ketiga tak ada tradisi itu. Tahun 2019 karena ada kemarau panjang, pemda tidak berani mengeringkan Bendung Gembiro. Karena jika saat itu dikeringkan, sumber air akan semakin mengering karena kemarau cukup panjang. Tahun 2020 karena ada pandemi. Tahun ini pun walaupun pandemi sudah berkurang tapi dari kebijakan pimpinan sementara belum berani karena khawatir nanti itu mengumpulkan massa," terang dia.
Ia berharap masyarakat bekerjasama dengan P3A di masa pengeringan ini bisa menormalisasi saluran. Jika nanti air sudah dibuka lagi, airnya bisa mengalir dengan lancar ke persawahan.
"Kita sudah siapkan perbup pola tanam. Kita sudah edarkan. Kami harapkan pola tanam itu bisa dipatuhi karena tujuannya mengatur pola tanamnya yang utama adalah untuk memutus mata rantai hama dan penyakit tanaman," ujar dia.
Disinggung kondisi debit air, ia mengatakan, debit sampai saat ini aman semua. Antara kebutuhan dan ketersediaan air masih memenuhi. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
