iklan banner Honda atas

Akhirnya, Omicron Masuk Kota Santri

Akhirnya, Omicron Masuk Kota Santri

*Masyarakat Diminta Tak Panik, Patuhi Prokes

KAJEN - Di tengah tren perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan yang terus meningkat, dua kasus Omicron ternyata sudah masuk ke Kota Santri. Dua orang ini diduga terpapar varian baru itu setelah bepergian ke luar kota.

Meski demikian, Pemkab Pekalongan tetap meminta masyarakat tak panik, meski harus tetap waspada. Kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan (prokes) disebut menjadi kunci untuk pencegahan dari virus Corona.

"Covid terjadi peningkatan yang signifikan. Dari hari ke hari naik terus. Harapan kami masyarakat bisa meningkatkan prokes, sehingga kenaikannya bisa diantisipasi," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, kemarin.

Terhitung sejak bulan Januari lalu, Setiawan menyebut angka kumulatif Covid-19 di Kabupaten Pekalongan telah mencapai 221 kasus. "Untuk kenaikan harian, hari ini naik 20 orang. Kasus aktif ada 221, sembuh 20 orang, meninggal 0, dan 213 menjalani isolasi. Rata-rata OTG (orang tanpa gejala)," terang dia.

Disinggung apakah ada varian Omicron, ia mengatakan terdeksi ada dua orang yang terpapar Omicron. Kedua orang ini baru bepergian dari luar kota dan terpapar Covid.

"Pelajar yang positif sudah kosong. Semua adalah masyarakat," ujar dia.

Setiawan pun kembali mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir. Untuk itu, ia minta masyarakat tetap waspada. "Ndak usah panik. Kita aparatur siap untuk mempersiapkan itu semua. Fasilitas kita siapkan, obat-obatan kita siapkan. Segera laporkan jika kondisi tidak enak. Kondisi demam. Segera periksakan ke fasilitas layanan kesehatan," pesan dia.

Pasalnya, Covid-19 ini adalah pandemi yang harus ditangani bersama. Tidak hanya unsur kesehatan. Semua masyarakat harus terlibat. Jaga prokes. Jaga seluruh keluarga dan dirinya masing-masing-masing. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: