Ribuan Korban Banjir Pilih Bertahan di Rumah
*Petugas Bagi Nasi Bungkus Door To Door
SIWALAN - Banjir di Kabupaten Pekalongan hingga Selasa (8/2/2022) kemarin belum juga surut. Ratusan warga bertahan di posko pengungsian. Di sisi lain, ribuan korban banjir memilih bertahan di rumahnya yang tergenang banjir.
Untuk membantu kebutuhan makan korban banjir, jajaran Polres Pekalongan, BPBD, dan relawan lainnya blusukan ke lokasi banjir untuk membagikan nasi bungkus secara door to door. Patroli itu juga untuk menyisir korban banjir yang mungkin butuh dievakuasi.
Anggota polisi dari Polres Pekalongan, kemarin siang, tampak berpatroli dengan perahu karet di Desa Pait, Kecamatan Siwalan. Pemukiman di desa ini masih terendam banjir. Selain berpatroli, polisi juga mengantarkan makanan kepada warga yang masih bertahan di rumah.
Ketinggian banjir di desa ini masih di kisaran 50 cm hingga 90 cm. Warga masih banyak bertahan di rumah, meskipun rumahnya terendam banjir. Ketinggian air yang cukup tinggi membuat warga enggan beraktifitas di luar rumah dan lebih banyak berada di dalam rumah.
Petugas secara bergantian keliling dari satu desa ke desa lainnya untuk memantau keamanan, karena banyak juga rumah yang ditinggal penghuninya untuk mengungsi.
Waka Polres Pekalongan, Kompol Riwayat Sosiyanto, mengatakan, patroli yang dilakukan oleh petugas merupakan langkah upaya menjaga keamanan rumah warga sekaligus sebagai persiapan apabila ada warga yang membutuhkan evakuasi.
"Dalam kegiatan patroli ini, petugas membagikan makanan dan minuman sebanyak 150 paket yang terbagi 75 paket di pemukiman dan 75 lainnya di pengungsian," kata Riwayat Sosiyanto.
Kegiatan patroli ke rumah-rumah warga terdampak banjir sekaligus untuk membagikan makanan berupa makan siang dan minuman untuk warga yang tidak mengungsi.
Untuk memastikan rasa aman, Polres Pekalongan menyiapkan 12 personil yang digilir tiap satu jam sekali untuk patroli.
Sementara itu dari data BPBD Kabupaten Pekalongan, jumlah warga yang mengungsi masih 101 orang, di mana 75 orang mengungsi di Lokatex yang berada di pinggir jalan Pantura, dan 26 lainnya mengungsi secara mandiri di rumah kerabat yang tidak terendam.
Hingga kemarin, sebanyak 32.332 warga di empat kecamatan masih terdampak banjir. Banjir disebabkan curah hujan yang tinggi dan meluapnya beberapa sungai.
"Untuk update data banjir terkini saat ini, Selasa (8/2/2022), pukul 16.00 WIB, ada 5.979 rumah, 8.203 kepala keluarga, dan 32.332 jiwa yang terdampak banjir," kata Kalak BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Rahardjo.
Empat kecamatan yang terdampak banjir, yaitu Kecamatan Siwalan, Kecamatan Sragi, Kecamatan Tirto, dan Kecamatan Wonokerto. Ketinggian banjir antara 10 cm hingga 100 cm.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
