Rumah Mewah Dapat Bansos
Diakuinya, data warga miskin di desa sangat dinamis. Apalagi dengan adanya pandemi, perekonomian warga kian terpuruk. Sehingga banyak warga yang dinilainya membutuhkan bantuan.
"Di Desa Tenogo, penerima bantuan PKH ada sekitar 150-an lebih. Tapi ini perkiraan, belum data riil. Masih banyak yang tercecer karena tidak bisa mencakup semuanya. Munculnya labelisasi ini bisa dilihat mana yang dapat dan tidak, sehingga bisa untuk acuan kita ke depan," ungkap dia.
Menurutnya, orang miskin dan kaya di desa itu sifatnya dinamis. "Yang dulu kaya misal kerja di Jakarta akibat pandemi pulang di rumah menjadi serba kekurangan. Ada juga simbah-simbah miskin punya cucu cantik dipinang orang kaya sekarang menjadi kaya. Miskin dan kaya ini berubah terus," katanya.
Dengan adanya pandemi, ia menilai warga yang perekonomiannya susah kian bertambah. "Setoran motor kudu, kebutuhan dapur terus, bayar sekolah harus, padahal penghasilan semakin sulit," ujar Agus.
Ia menambahkan, jika ada warga yang tidak mau rumahnya dilabeli akan disuruh mengundurkan diri dari penerima bantuan. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
