Setelah Dua Tahun Ditutup, Kini Wisata Mulai Dibuka
**Melihat Geliat Wisata di Kabupaten Pekalongan Paska Pandemi
DUA orang anak kecil tampak semangat menapaki jalan setapak di hutan pinus. Keduanya sangat riang. Kaki-kaki kecil mereka berusaha menahan tubuhnya saat menapaki jalan menanjak. Tiba di tengah rerimbunan belukar, tiba-tiba auman keras menggelegar memecah kesunyian hutan. Tak pelak, keduanya pun berlari kencang sambil memanggil nama orangtuanya yang mengamatinya dari belakang.
Keluarga kecil ini tengah menikmati panorama hutan pinus di wisata edukasi Soko Langit di jalan Karanganyar-Lolong di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Di wisata alam ini, salah satu andalannya adalah replika dinosaurus. Spot foto yang menarik dan area camping juga ada di sini.
"Sudah dua tahun anak-anak hanya di rumah saja. Kasihan. Pada bosen juga. Alhamdulillah sekarang agak longgar, makanya kita ngajak jalan-jalan ke sini," tutur Dewi (35), warga Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Minggu (24/10/2021).
Ia menyadari pandemi belum berakhir. Ia pun mengaku masih membatasi mobilitas keluarganya. Tempat wisata yang dituju masih bersifat lokal di Kabupaten Pekalongan.
"Kita memang sengaja berwisata di lokalan sini saja. Kan banyak di sini, terutama wisata alamnya. Biasanya kami ke Petungkriyono, Paninggaran, atau di sekitaran Karanganyar saja. Cukup lah untuk refreshing bareng keluarga," kata dia.
Keluarga kecil ini tetap mematuhi protokol kesehatan saat bepergian. Masker selalu dipakai. Handsanitizer juga menjadi barang berharga di dalam tas.
"Setiap berwisata, kami kerap bawa bekal sendiri, terutama minuman dan jajanan. Kalau makan baru kita cari tempat yang agak longgar. Hindari yang terlalu ramai," ungkap dia.
Para pengelola wisata di Kabupaten Pekalongan pun menyadari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Karena tujuannya untuk menekan laju penyebaran virus corona. Pada saat pariwisata ditutup, mereka menggunakannya untuk melakukan pemeliharaan dan penataan tempat wisata.
"Kita tutup hampir dua tahun karena pemerintah saat itu belum mengizinkan tempat wisata dibuka. Ya kita vakum dulu. Hanya melakukan pemeliharaan dan penataan saja," ujar Dadiyo Mulyo, salah satu pengelola wisata Sikujang di Desa Tajur, Kecamatan Kandangserang. Tempat wisata alam ini dikelola oleh LMDH Sendang Lestari.
Tempat wisata yang mengandalkan panorama hutan pinus dan aliran sungai di pegunungan ini baru buka sekitar satu bulan ini. "Alhamdulillah di akhir pekan rata-rata pengunjungnya nyampe 100-an. Kalau hari biasa ya di bawah 50-an," tutur dia.
Di tengah pandemi, protokol kesehatan tetap diterapkan. Setiap pengungjung diwajibkan pakai masker. Jumlah pengunjung pun dibatasi. "Kita juga siapkan tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu," kata dia.
Kasi Pemasaran Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Dody Purwanto, mengatakan, meskipun level kabupaten naik dari level dua ke level tiga, namun perkembangan kasus turun drastis. Namun level 3 itu bukan karena penyebaran kasusnya yang tinggi, tapi akibat cakupan vaksinasinya yang kurang.
"Makanya tempat wisata boleh buka tapi terbatas," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
